Kamis, 24 Januari 2019 08:23

Haul Setahun KH Abdy Manaf Kloposepuluh Sidoarjo Dihadiri Beragam Elemen Masyarakat

Senin, 27 Juni 2016 14:52 WIB
Haul Setahun KH Abdy Manaf Kloposepuluh Sidoarjo Dihadiri Beragam Elemen Masyarakat
SIRAMAN ROHANI: KH Prof Dr Ali Maschan Moesa menyampaikan tausiyah kala Haul Satu Tahun KH Abdy Manaf, di Desa Kloposepuluh Sukodono, Minggu (26/6). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Beragam elemen masyarakat menghadiri Haul Satu Tahun wafatnya KH Abdy Manaf, mantan Ketua PCNU Sidoarjo dua periode, di kompleks Ponpes Al Chusnaini, di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Minggu (26/6) malam.

Selain para anggota DPRD Sidoarjo yang notabene kolega Ketua DPRD Sidoarjo, H Sullamul Hadi Nurmawan, yang juga salah satu putra almarhum KH Abdy Manaf, doa tahlil dan ceramah agama ini dihadiri sejumlah kiai sepuh, di antaranya KH Salman Krian, KH Hamim Luqman Jabon, KH Asmuni Umar Jabon, dan KH Ridloi Porong.

Selain itu, hadir para pengurus NU, aktivis parpol, kepemudaan, LSM, hingga para birokrat di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Ada juga wakil dari manajemen Lapindo Brantas Inc (LBI).

Para petinggi Kabupaten Sidoarjo juga tampak mengikuti kegiatan haul tersebut, yakni Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, Wabup H Nur Ahmad Syaifuddin, Kapolres Sidoarjo AKBP Moh Anwar Nasir dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol (Inf) Andre Julian. "Terima kasih atas kehadiran para kiai, bapak dan ibu sekalian," cetus H Abu Hamid, adik almarhum KH Abdi Manaf, kala sambutan mewakili keluarga.

Selain doa tahlil, haul juga mengundang KH Prof Dr Ali Maschan Moesa, mantan Ketua PWNU Jawa Timur, untuk memberikan tausiah agama.

Dalam ceramahnya, Ali Maschan Moesa menyampaikan pentingnya pendekatan budaya dan suri tauladan atau Uswatun Chasanah dalam menjalankan hidup beragama.

"Berdasarkan informasi berbagai lembaga survei, orang yang mengaku berlatar belakang Nahdliyin atau NU semakin meningkat. Hal ini terjadi karena NU dalam keberagamaannya memelihara tradisi yang ada di masyarakat, sebagaimana dahulu para Wali Songo sukses dengan pendekatan budayanya," cetus Ali Maschan Moesa.

Menurutnya, ajaran tradisi NU inilah yang justru mampu menjawab kegagalan modernitas yang positivistik, dan kosong atau hampa pada sisi spiritualitas kehidupan. Meski NU pernah dihantam kanan kiri, dibid'ah-bid'ahkan namun waktulah yang menunjukkan kaum Nahdliyin justru makin meningkat.

Selain pentingnya pendekatan budaya yang bermuara pada tradisi, salah satu kekuatan Nahdliyin adalah pentingnya Uswatun Hasanah atau suri tauladan. Suri tauladan, menjadi transmisi terpeliharanya ajaran, tradisi dan eksistensi organisasi NU.

"Apa yang dicapai Sullamul Hadi Nurmawan merupakan hasil dari suri tauladan almarhum Kiai Abdy Manaf. Dan saya yakin, suri tauladan yang dimiliki oleh orang tua almarhum-lah yang diteruskan oleh almarhum Kyai Abdy Manaf," jlentrehnya.

Kata Ali Maschan Moesa, perlu belajar banyak pada almarhum KH Abdy Manaf utamanya terkait suri tauladan yang dipegang oleh almarhum semasa hidupnya. (sta/rev)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...