Setya Novanto
Wahid memastikan, meski sudah menerima uang dari Setnov, belum tentu para ketua DPD II itu akan mendukung. Alasannya, ada tujuh kandidat yang akan bertarung di Munaslub Golkar di Bali 15-17 Mei nanti.
“Kami masih menunggu penyampaian visi misi delapan kandidat caketum di Surabaya 11 Mei besok,” ujar Wahid yang juga ditunjuk DPP sebagai Ketua Panitia Wilayah, penyampaian Visi Misi dan Debat Kandidat caketum Golkar wilayah Jawa-Kalimantan di Surabaya 11-12 Mei 2016.
Terpisah, Ketua DPD II Golkar Surabaya Blegur Prijanggono enggan menanggapi adanya bagi-bagi uang dari Setnov di Hotel Tunjungan itu. Meski ikut hadir di pertemuan itu, namun dirinya tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu, wong saya ini masih baru jadi Ketua Golkar Surabaya, coba tanyakan ke ketua-ketua DPD lainnya yang lebih senior,” ujar Blegur.
Blegur juga menegaskan, DPD PG Surabaya belum memutuskan untuk mendukung salah satu caketum di Munaslub nanti. “Masih kita godok mana caketum yang paling tepat untuk membawa kemajuan Partai Golkar kedepan, masih rahasia lah,” ujarnya sambil tersenyum.
Sebelumnya, 38 Ketua DPD II Partai Golkar serta Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur dikabarkan menerima uang saat Caketum Setya Novanto menggalang dukungan di Surabaya, Jumat (6/5) silam. Konon nilainya cukup fantastis. Yakni 10 Ribu USD per DPD dan DPD I mendapat jatah lebih besar. Setnov juga dikabarkan menjanjikan pemberian serupa hingga 4 kali.
Sehingga jika ditotal, untuk Jawa Timur saja, sekitar Rp 16 miliar uang yang akan membanjiri para ketua DPD hingga pelaksanaan Munaslub selesai.“Caketum sangat mungkin melakukan bagi-bagi lagi, wah isok banjir uang ketua-ketua DPD iku,” ungkap seorang sumber dari salah satu fungsionaris Partai Golkar di Jawa Timur dengan logat Suroboyoan. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




