Lapas Banceuy Bandung pasca kerusuhan, Sabtu (23/4). foto: ANTARA
2) tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidana terorisme secara tertulis bagi Narapidana Warga Negara Asing, yang dipidana karena melakukan tindak pidana terorisme.
Sementara, kerusuhan di Lapas Narkotika Banceuy, Bandung, Jawa Barat diduga karena adanya razia narkotika. Napi dalam Lapas disebut tak terima dengan razia tersebut.
"Info sementara seperti itu awalnya karena ada dugaan transaksi dari petugas kita ke salah satu napi. Sejumlah narapidana tak terima kemudian ricuh," ujar Kepala Humas Ditjen PAS Akbar Hadi saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (23/4).
Sementara, menurut kepolisian, penyebabnya lantaran solidaritas antar napi.
"Bangunan terbakar disengaja betul karena solidaritas warga binaan. Mereka curiga dan mempertanyakan (kasus bunih diri) sebagai pemicu," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Jodie Rooseto di lokasi kejadian, Sabtu (23/4) dikutip dari merdeka.com.
Jodie mengatakan, saat ini sudah dilakukan penertiban di lokasi kerusuhan. "Kita sudah dorong ke sel masing-masing, tidak ada yang melarikan diri," imbuhnya.
Jodie menambahkan, saat ini para aktor kerusuhan sudah diamankan. Total 6 napi telah diamankan petugas. "Aktornya kita amankan, 6 yang diamankan. Agak luka sedikit mereka dirawat di dalam LP. Sekarang masing-masing blok sudah dieliminir," lanjutnya.
Namun, sebagian besar narapidana di Lapas Narkotika Klas II Banceuy, Kota Bandung Jawa Barat, masih meyakini kematian Undang Kosim alias Uwa, 54, bukan karena gantung diri.
Setidaknya itu yang dilontarkan salah satu napi yang menempati blok B Lapas Banceuy, teman seblok Undang. "Undang mati bukan gantung diri, tapi dibunuh," kata SDB, 38, salah satu penghuni blok B, Sabtu (23/4) dikutip dari metrotvnews.com.
SDB meyakini Undang menjadi korban penganiayaan sipir saat dimasukkan ke sel isolasi. Keyakinan itu muncul karena satu orang yang juga dimasukkan ke ruang isolasi, Agung Kriswanto, juga mengalami luka memar.
"Lihat ini. Kami juga manusia. Ini semua pemicu kerusuhan yang terjadi. Dan kami yakin Undang meninggal bukan karena gantung diri, tapi dibunuh," kata SDB merujuk pada Agung.
Hal sama dikatakan napi lain, RB, 29. Menurutnya, tidak masuk akal korban meninggal gantung diri. Pasalnya korban beberapa bulan lagi selesai masa tahanannya.
"Sebentar lagi dia bebas. Dan kami yang sehari-hari bersama korban tidak melihat adanya perilaku aneh yang diperlihatkan korban," kata dia. (dtc/mer/tmp/mtrv/sta)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




