Sabtu, 28 Maret 2020 19:04

DPRD Gresik Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng Gelar Ngaji Sinau Syukur

Sabtu, 02 April 2016 15:04 WIB
DPRD Gresik Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng Gelar Ngaji Sinau Syukur
Cak Nun, Ketua DPRD Abdul Hamid dan Bupati Sambari ketika ngaji sinau syukur. foto: syuhud/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik dalam rangka memperingati HUT Pemkab Gresik ke-42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-529 menggelar sinau bareng bersama MH Ainun Najib (Cak Nun) dan Kiai Kanjeng di halaman kantor DPRD Gresik, Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik, Jumat (1/4) malam.

Kegiatan religia tersebut dihadiri oleh pimpinan beserta anggota DPRD Gresik, Bupati-Wabup, Sambari Halim Radianto-Moh. Qosim dan pejabat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).

Ribuan masyarakat Gresik tumplek-blek mengikuti acara ngaji bareng dengan duduk lesehan.

Selain nggaji bareng, acara itu juga diselingi dengan persembahan kesenian Zafin atau Marawis yang menghadirkan lagu-lagu yang menjadi ciri khas kota Gresik yang terkenal dengan kota santri.

Yang menarik, pada kesempatan itu Wabup Moh. Qosim saat kebagian sambutan juga melantunkan bacaan salawat seperti kebiasaannya setiap acara, "Sidnan Nabi" dan "Ahmad Ya Habibie".

Sementara Ketua DPRD Gresik, Ir. H. Abdul Hamid mengatakan, sinau bareng dengan mendatangkan Cak Nun dan Kiai Kanjeng selain untuk memeringati HUT Pemkab Gresik ke-42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-529, juga untuk mengimplementasikan budaya kota santri dan kota wali.

"Kegiatan religia ini sebagai bentuk komitmen DPRD Gresik untuk melestarikan budaya kota santri dan kota wali," kata Hamid.

Pada kegiatan tersebut juga diadakan kegiatan santunan anak yatim dan piatu. "Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian DPRD terhadap anak-anak yatim dan piatu yang ada di Gresik," tuturnya.

Hamid berharap kegiatan seperti ini tetap bisa dilanjutkan. Sebab, kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk untuk menghidupkan Gresik sebagai kota santri dan kota wali. "DPRD dan Pemkab Gresik sudah sepakat bahwa memertahankan Gresik sebagai kota santri dan kota wali harga mati," jelasnya.

Ditambahkan Hamid, selaku pimpinan DPRD Gresik, dirinya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sangat responsif atas kegiatan sinau bareng. "Karena tanpa bantuan dan dukungan mereka kegiatan tersebut tidak akan bisa sukses," pungkasnya.

Sementara MH. Ainun Najib dalam sinau bareng banyak memaparkan soal kondisi masyarakat saat ini. Cak Nun -panggilan akrab Ainun Najib- pada kesempatan itu mengajak para undangan dan hadirin untuk mengelola kehidupan bernegara yang baik.

Tujuannya, untuk menjadikan negara yang adil dan makmur. "Ayo, manakah yang lebih dulu, adil baru makmur. Atau, makmur dulu baru adil," kata Cak Nun.

Dia pun kemudian mengajak para undangan untuk menyadari bahwa kemakmuran tidak bisa menjamin keselamatan. Untuk itu, maka keadilan harus hadir. "Jadi, tidak cukup gemah ripah loh jinawi dan baldatun thayyibatun (negara yang baik), melainkan juga harus robbun ghofur yakni Allah memberikan pengampunan," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Cak Nun juga menyatakan, masih sedikitnya instrumen yang digunakan masyarakat untuk bersyukur dengan hati. "Makanya, hati harus ditata. Sesedih apapun kita, harus temukan segala sesuatu yang membuat kita untuk tersenyum dan bersyukur. Caranya bagaimana, adalah dengan menemukan Allah," pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 02:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*84. Qul kullun ya’malu ‘alaa syaakilatihi farabbukum a’lamu biman huwa ahdaa sabiilaan.Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengeta...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...