Rabu, 08 Juli 2020 08:29

Pemkab Sumenep Didesak Tertibkan PKL di Taman Bunga

Senin, 07 Maret 2016 22:36 WIB
Pemkab Sumenep Didesak Tertibkan PKL di Taman Bunga

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Akibat tidak maksimalnya penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perkotaan Nomor 3 Tahun 2014, sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di areal Taman Bunga bermunculan. Padahal, area taman Adipura itu merupakan salah satu lokasi ruang terbuka hijau (RTH) yang mestinya steril dari PKL.

Meski selama 24 jam pasukan kuning disiagakan, keberadaan PKL dinilai tetap membuat suasana menjadi semrawut, juga kumuh bak tempat pembuangan akhir (TPA). ”Kalau saja itu ayam, ya tidak bertaji. Kalau saja itu harimau, ya sudah ompong tak bertaring lagi. Itulah Perda RDTR,” kata Pagiat Lingkungan, Safraji kepada BANGSAONLINE, Senin (7/2).

Menurutnya, selain melanggar RDTR, para PKL juga melanggar Perda Tentang Ketertiban, Keindahan dan Kebersihan (K3). Sehingga menurutnya, keberadaan PKL mestinya ditertibkan. ”Jadi, tidak ada alasan lagi Pemerintah Daerah untuk tidak menertibkan,” tegasnya.

Hanya saja, akibat kurang tegasnya Pemerintah Daerah itu, akhir-akhir ini banyak odong-odong yang mulai memanfaatkannya. Selain itu, banyak penyedia jasa mainan anak-anak seperti mobil-mobilan yang dioperasikan di areal taman bunga.

Apalagi lanjut Aktivis Lembaga Kajian Kritis Sumenep (LKKS) itu, saat ini luas RTH di Sumenep masih relatif jauh dari Undang-Undang. Menurutnya, sesuai UU Nomor 26 Tahun 2007 Tentang RTH mengamanatkan luas area RTH minimalnya 30 persen dari luas kecamatan kota. Sementara kali ini di Sumenep luas RTH baru 3,9 persen.

Menurutnya, salah satu cara untuk mengejar ketertinggalan itu, yakni melakukan penertiban terhadap sejumlah PKL utamanya di taman bunga. Selain itu, pemerintah daerah juga dihimbau agar terus melakukan trobosan baru, yakni dengan membangun RTH di sejumlah titik, termasuk diberbagai perumahan. ”Kalau itu tidak segera dilakukan, ya jangan harap RTH di Sumenep bisa tercapai dalam waktu singkat,” tegasnya.

Kasi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, Moh Saleh mengatakan, meskipun Perda RTDR telah lama diterapkan, namun selama ini belum bisa melakukan penertiban.

Salah satu alasan belum ditertibkannya itu, salah satunya karena Pemerintah Daerah belum menyediakan tempat khusu bagi para PKL di Taman Bunga. Selain itu Pemerintah Daerah juga belum bisa memberikan lapangan kerja untuk meningkatkan perekonomian para PKL. ”Jadi, kami tidak terlalu agresif untuk menertibkannya,” terang Saleh.

Kendari demikian, pihaknya selaku penegak Perda terus akan melakukan pengawasan. Bahkan jika terdapat PKL yang melanggar aturan, salah satunya berjualan dipagi hari, akan dilakukan penertiban.

PKL di taman bungan hanya diperbolehkan berjualan mulai pukul 15.00 hingga pukul 00.00. Sementara untuk pagi hari semua PKL dihimbau untuk berjualan di area Pasar Anom.

Lebih lanjut Saleh mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengkajian yang nantinya hasilnya akan diajukan kepada Bupati. Jika ada rekomendasi dari Bupati ditoleransi meskipun melanggar peratuan, pihaknya akan mengikuti dan tidak akan melakukan penertiban.

”Kami akan menjunjung tinggi hasil keputusan Bupati nanti. Karena kalau melangkah tanpa ada kebijakan, sama halnya kami membentur gedung, jadinya sakit sendiri,” terangnya (fay/jiy/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...