Minggu, 18 Agustus 2019 23:00

Mentan: Siapa yang Menyakiti Petani akan Berhadapan dengan Kami!

Sabtu, 05 Maret 2016 18:57 WIB
Wartawan: Eky Nurhadi
Mentan: Siapa yang Menyakiti Petani akan Berhadapan dengan Kami!
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. foto: eky nurhadi/ BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya di wilayah rawan banjir Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Sabtu siang (5/3/16).

Usai melakukan panen, Andi melakukan dialog dengan masyarakat sekitar, khususnya para petani. Andi menegaskan, jika kebutuhan pokok para petani harus selalu tercukupi. Misalnya, masalah pupuk, bibit dan penjualan gabah.

"Siapa yang menyakiti petani, maka akan berhadapan dengan kami (menteri,red)," ujar Mentan disambut tepuk tangan para petani.

Mentan mengatakan, pupuk bersubsidi bagi petani, harus disalurkan tepat waktu. Karena proses pemupukan merupakan hal paling penting dalam pertanian. Lanjut dia, jangan sampai pupuk bersubsidi dipermainkan.

"Ingat, para kios maupun distributor pupuk, saat ini sudah ada 40 orang lebih yang kami kirim ke penjara karena bermain pupuk," tandasnya.

Mentan juga menganjurkan kepada para petani agar selesai panen, langsung melakukan tanam lagi. "Tidak usah takut. Ini musim basah. Jika nanti ada kekeringan, kami akan datang ke sini lagi membantu memberi pompa air," ungkapnya.

Selain itu, Mentan juga meminta Bulog untuk menyerap gabah hasil panen petani. Kepala Bulog Jatim, Witono mengatakan, target serapan beras di seluruh Jatim sebanyak 1.500.000 ton beras. "Semoga dapat kita realisasikan," ucapnya.

Bupati Bojonegoro, Suyoto di sela menemani Mentan Andi Amran Sulaiman meminta para petani di wilayahnya bekerja tepat. Politisi partai PAN itu tidak berharap kerja cepat, melainkan kerja tepat.

"Karena wilayah kami (Bojonegoro,red) merupakan wilayah rawan banjir, sehingga para petani harus melakukan kerja tepat. Harus bisa memprediksi cuaca, jangan lakukan kerja cepat," ungkapnya.

Kang Yoto menambahkan, tahun 2015 lalu, produksi gabah di Bojonegoro sebanyak 907 ribu ton. Saat itu musuhnya adalah kekeringan. Sementara pada akhir November-desember sebanyak 85 ton musuhnya merupakan banjir luapan air Sungai Bengawan Solo maupun banjir lokal.

"Bulan Maret mendatang kita targetkan panen padi 21 ribu ton, sementara bulan April 35 ton. Meski musuh kita adalah banjir, tapi para petani tidak boleh takut, kita sudah lakukan skenario untuk mengantisipasi tergenangnya lahan pertanian," tutupnya.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...