Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. foto: eky nurhadi/ BANGSAONLINE
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya di wilayah rawan banjir Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Sabtu siang (5/3/16).
Usai melakukan panen, Andi melakukan dialog dengan masyarakat sekitar, khususnya para petani. Andi menegaskan, jika kebutuhan pokok para petani harus selalu tercukupi. Misalnya, masalah pupuk, bibit dan penjualan gabah.
BACA JUGA:
- Dampingi Mentan Sidak Gudang Bulog Sidoarjo, Ketua Ansor Jatim: Swasembada itu Riil
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Kepala DKPPP Tuban Minta Semua PPTS/Kios Patuhi HET Terbaru
- Dukung Swasembada Gula Nasional, Bupati Kediri Pasang Target Naikkan Produksi Tebu
- Dampingi Mentan di PG Pesantren Baru, Wali Kota Kediri Siap Dukung Swasembada Gula Nasional
"Siapa yang menyakiti petani, maka akan berhadapan dengan kami (menteri,red)," ujar Mentan disambut tepuk tangan para petani.
Mentan mengatakan, pupuk bersubsidi bagi petani, harus disalurkan tepat waktu. Karena proses pemupukan merupakan hal paling penting dalam pertanian. Lanjut dia, jangan sampai pupuk bersubsidi dipermainkan.
"Ingat, para kios maupun distributor pupuk, saat ini sudah ada 40 orang lebih yang kami kirim ke penjara karena bermain pupuk," tandasnya.
Mentan juga menganjurkan kepada para petani agar selesai panen, langsung melakukan tanam lagi. "Tidak usah takut. Ini musim basah. Jika nanti ada kekeringan, kami akan datang ke sini lagi membantu memberi pompa air," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




