MENANTANG MAUT: Salah satu sungai yang harus disebrangi para guru dan siswa. Sungai ini arusnya sangat deras, terutama saat musim penghujan. foto: rony suhartomo/ BANGSAONLINE

(SEGALA MEDAN: Tidak hanya sungai, para guru dan siswa juga harus melewati hutan jati untuk menuju sekolah)
Laili menjelaskan, rute sehari-hari yang harus dilewati yakni pos pertama di Dusun / Desa Pule Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk.
"Di pos pertama satu guru dengan lainnya saling menunggu. Setelah itu perjalanan dilanjutkan bersama-sama ke pos dua Dusun Tondowesi Desa Pule. Dalam perjalanan harus menyebrang sungai Beng tiga kali. Selanjutnya istirahat di pos tiga laskar kendem Dusun Nampu Desa Klitih. Setelah itu menuju ke sekolah," jelas Laili.
Sementara itu, Dina Puspitasari (12) siswa kelas VI bersama 15 temannya yang lain berharap agar dibangun jembatan antara Dusun Nampu Jombang dengan Dusun Kedungringin Nganjuk agar perjalanan menjadi mudah.
”Kalau jalan yang biasa dilalui sungainya banjir, terpaksa tidak masuk sekolah. Saya berharap agar dibangun jembatan penyeberangan antara Dusun Nampu Jombang dengan Dusun Kedungringin Nganjuk,” harapnya. (ony/dio/rev)

(HARUS BERBAGI: Ruangan pun harus disekat untuk membedakan antara kelas satu dan yang lain)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




