'Makam' yang dibangun oleh warga di tengah jalan. foto: yudi eko purnomo/ BANGSAONLINE
Hal senada disampaikan Achmad. Karena gerah dengan kondisi jalan yang rusak parah, lanjut Achmad, warga Dusun Wonosooko pun kompak menggelar aksi protes. Para pemuda desa membuat taman di tengah jalan. Puluhan pot bunga ditata tepat di jalan yang berlubang. Sebuah gazebo dari kayu dipasang warga di tengah jalan.
Tak hanya itu, warga juga membuat makam tiruan tepat di tengah jalan. "Makam ini sebagai simbol bahwa Dinas PU Binamarga telah mati. Terbukti jalan yang sudah rusak ini tak pernah diperbaiki," ujarnya.
Warga Dusun Wonosooko lainnya, Ruli Firman (22) menuturkan, kondisi jalan yang rusak parah tak hanya membuat pengguna jalan tak nyaman. Menurut dia, di sepanjang jalan ini kerap terjadi kecelakaan yang melibatkan pengendara roda dua. Tak sedikit truk bermuatan berat yang nekat melintas di jalan ini mengalami as patah.
"Kalau kecelakaan sudah tak terhitung lagi. Korban meninggal dunia sudah 2 orang. Rata-rata akibat menghindari jalan berlubang kemudian pengendara bertabrakan. Makanya kami buat taman supaya pengguna jalan berhati-hati saat melintas," ungkapnya.
Menurut Ruli, aksi buat makam dan taman di jalan ini sebagai puncak kemarahan warga. Pasalnya, selama ini usulan warga untuk perbaikan jalan alternatif Mojokerto-Jombang tak pernah digubris pemerintah. "Kami berharap jalan ini segera diperbaiki. Jika tidak, kami akan menutup jalan dengan tanaman supaya kendaraan besar tak bisa lewat," pungkasnya. (yep/ros)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




