Ingatkan Bahaya LGBT dan Syiah, Grand Syaikh Al-Azhar Lengket dengan KH Hasyim Muzadi

Ingatkan Bahaya LGBT dan Syiah, Grand Syaikh Al-Azhar Lengket dengan KH Hasyim Muzadi Grand Syaikh Al-Azhar Prof Dr Ahmed Muhammad Ahmed El-Tayeb bersama KHA Hasyim Muzadi dalam pesawat kepresidenan dari Malang menuju Pondok Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur. foto: BANGSAONLINE

"Sungguh tidak manusiawi," kata dia.

"Dalam Alquran secara langsung dan tidak langsung sudah dijelaskan bahwa itu haram. Di berbagai surat pun seperti Al Hijr dan Al Araf pun dikatakan demikian," katanya dalam acara Orasi Perdamaian di Auditorium Prof Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang, Banten, Selasa (23/2/2016).

Ia menegaskan bahwa menyimpang dari ajaran agama. Dia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk membentengi diri dari hal-hal yang diharamkan Allah SWT.

"Jelas sekali bahwa perbuatan itu haram. Dalam sunah, hadis itu () haram. Tidak ada pertentangan dan bantahan lagi. Kalau yang masih membantah berarti mereka tak paham isi Al-Qur'an, sunah dan hadis," tegasnya.

Direktur Pusat Studi Alquran (PSQ) Prof Dr Quraish Shihab dalam wawancara eksklusif Republika di Malang, Rabu (23/2) juga berpandangan sama. Mengutip pendapat Grand Syekh, Quraish mengatakan, merupakan penyakit yang harus diobati.

"Grand Syekh mengatakan, binatang saja tidak ada yang melakukan pernikahan sejenis. Kalau ada manusia yang melakukan pernikahan sejenis, dia lebih buruk dari binatang," kata Quraish mengutip pernyataan Grand Syekh Al-Azhar.

Grand Syeikh yang ketua Majelis Hukama Al Muslimin juga memperingatkan penduduk Indonesia yang merupakan negeri Sunni terbesar akan bahaya penyebaran ajaran Syiah terhadap para penganut Sunni.

Sebagaimana dilansir situs resmi Al-Azhar As Syarif, azhar.eg, Selasa, (23/02/2016), Grand Syeikh menegaskan selama kunjunganya ke Pusat Studi Al-Quran (PSQ) di Jakarta, bahwa persatuan antara ummat Islam merupakan hal yang diperlukan, dan banyak yang menyerukan kepada hal ini, akan tetapi dengan syarat persatuan yang diupayakan tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan sebuah agenda politik atau sektarian pribadi yang sering menyebabkan perpecahan internal di kalangan ummat Islam.

Grand Syeikh Al-Azhar juga menyerukan kepada pemuda Muslim di Indonesia yang mayoritas sunni untuk berpegang teguh kepada aqidah mayoritas Ahlu Sunnah wa Al Jama’ah dan tidak berpaling kepada seruan perpecahan dan fanatisme madzhab yang tercela.

Dia juga menambahkan, bahwa kurikulum al-Azhar, baik dalam akidah, pemikiran dan perilaku adalah menjamin keselamatan umat dari terjerumus ke dalam bahaya ekstrimisme, sektarian, dan perpecahan. (tim/dari berbagai sumber)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pastor Sindir Kiai Poligami, Ini Respon Cerdas dan Jenaka KH A Hasyim Muzadi':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO