Nilai Konser Coldplay Tak Sesuai Pancasila, Menparekraf Tanggapi Kritikan MUI. Foto: Ist
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menanggapi kritikan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas penyelenggaraan konser Coldplay.
Sandiaga Uno mengatakan pihaknya telah membuka komunikasi dengan para ulama.
BACA JUGA:
- Trump Suka Mendekte, PP Muhammadiyah Khawatir Prabowo Melunak Perjuangkan Palestina
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
"Kami sudah membuka komunikasi dan ingin mendengar masukan dan saran para ulama. Ini adalah bagian daripada kita memastikan bahwa konser ini ada dalam koridor hukum", ujar Sandiaga pada Senin (22/5/2023).
"Dan bagian Indonesia sebagai destinasi wisata dunia dan juga destinasi produk-produk ekonomi kreatif dunia. Jadi, kan kalau diliihat ini harus dipersiapkan dengan baik, semua saran akan dipertimbangkan dan ditampung tentunya semua harus dari koridor hukum", tambahnya.
Menyikapi adanya isu ancaman saat konser Coldplay nanti, Sandiaga menyebut bahwa telah ditangani oleh kementerian dan lembaga terkait.
Sandiaga mengatakan bahwa pihaknya telah mencatat dan menghitung potensi nilai tambah ekonomi atas diselenggarakannya konser Coldplay pada bulan November 2023 mendatang.
Menurutnya, dari total 3.000 event termasuk konser internasional pada 2023, ini target capaian ekonominya sekitar Rp 162 triliun atau melebihi 10 miliar Dolar Amerika Serikat.






