Tersangka Abdullah. foto: beritajatim.com
Hal itu Abdullah tuturkan saat menjalani reka ulang di Mapolres Malang pada tanggal 28 Agustus 2015 silam. Dengan sebilah pedang, terdakwa menyembelih istrinya usai keluar dari dalam kamar mandi. Kejadian itu membuat Putri terbangun dari kamar tidurnya. Putri sempat merebut pedang dari tangan ayah kandungnya.
Namun, Abdullah yang sudah kalap berhasil menjatuhkan putri. Dengan sadis, Abdullah menggorok leher putri kandungnya di samping jasad sang ibu. Dua nyawa yang seharusnya dilindungi, justru dibantai Abdullah dalam beberapa menit saja.
Tak berhenti sampai di sini, Abdullah lalu mengambil sprei dan menutup tubuh istri dan anaknya. Sesaat kemudian, Abdullah mengambil jerigen yang berisi bensin. Menyiramkan bensin ke arah korban. Dalam kondisi meregang nyawa itulah, istri dan anaknya, dibakar.
Polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), beberapa jam usai kejadian. Bau anyir darah dan serpihan kulit yang terbakar dari tubuh korban, menempel di lantai rumah.
Bercak darah juga ditemukan di tembok ruang tengah. Dengan fakta itu, kebengisan Abdullah terlihat saat membunuh anggota keluarganya. Ia berusaha menghilangkan jejak dengan membakar korban dan seisi rumah.
Abdullah sendiri ditemukan pingsan di dalam kamar mandi setelah berusaha bunuh diri meminum cairan pembersih lantai dicampur obat asma. (jat/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




