Masinton Pasaribu memiliki kronologi kasus pemukulan terhadap Dita menurut versinya. Tampak Dita dengan mata lebam lantaran diduga dipukul Masinton. foto: ehijrah.com
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Dugaan kasus pemukulan yang dilakukan politisi PDIP Masinton Pasaribu kepada stafnya, Dita Aditya, memunculkan beragam tanggapan.
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang menegaskan, jika benar terjadi penganiayaan kepada stafnya, Masinton bisa mendapat sanksi berat, yakni berupa pemecatan dari DPR. Kolega Masinton di Fraksi PDIP ini meminta kasus Masinton tidak dibawa ke ranah politik. Alasannya, masalah tersebut merupakan masalah personal.
BACA JUGA:
- Kesal Tak Dibelikan Motor, Pemuda di Tuban Hajar Ayah dan Adik Kandung hingga Luka
- Sekelompok Pemuda Serang Pemotor di Bangkalan hingga Luka Jelang Sahur
- Oknum ASN di Tuban Diamankan Polisi Usai Diduga Aniaya Empat Karyawan SPBU Parengan
- Pria ini Dibogem Pemotor yang Bawa Istri dan Anak di SPBU, Polres Gresik Lakukan Penyelidikan
Di sisi lain, Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan meyakini bahwa Masinton tidak melakukan pemukulan terhadap Dita. Meski begitu, Fraksi PDIP tetap meminta Masinton menemui keluarga Dita untuk menyelesaikan kasus secara kekeluargaan. “Kami sudah menyarankan Masinton menemui keluarga Dita,” kata Trimedya Panjaitan seperti dilansir RMOL (3/2).
Tak hanya itu, Trimedya mengaku mencium aroma politis dalam pelaporan kasus dugaan pemukulan Masinton. “Ini resiko terhadap sikap kritis dia dalam banyak hal. Dia kan rising star di DPR dan Komisi III. Ini pembelajaran bagi dia agar lebih hati-hati,” kata Trimedya.
Terkait dukungan dari kolega Masinton di PDIP, muncul prediksi bahwa Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri akan membela Masinton Pasaribu. Alasanya, Masinton merupakan striker PDIP di parlemen.
Trimedya Panjaitan mengutarakan bahwa Megawati meminta Fraksi PDIP mengawal kasus Masinton. “Diluruskan sesuai dengan prosedur yang ada,” katanya, mengutip permintaan Megawati.
Sementara sejak kemarin, dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota F-PDIP Masinton Pasaribu ke Dita Aditia sudah bergulir di Bareskrim Polri dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Dua lembaga itu harus bisa mengusut tuntas.
"Kasusnya sudah ditangani penegak hukum. Bahkan MKD juga ikut menangani. Biar dua-duanya yang menangani, bisa jalankan tugasnya dengan baik," kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/2).
"Harus dukungan ke kepolisian dan MKD untuk mengungkap mana yang benar," sambungnya.
Agus menuturkan bahwa biasanya staf ahli atau asisten pribadi dari anggota dewan berasal dari partainya sendiri. Dengan demikian, ada kedekatan antara keduanya. "Biasanya staf ahli karena yang rekrut anggota dewan, jadi punya kedekatan emosional tersendiri. Biasanya dari partainya sendiri, kan bergaul setiap hari, kalau lain partai ditakutkan ada yang kurang baik," ujar politikus Partai Demokrat ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




