Selasa, 23 Juli 2019 15:51

Warga Desa Randuagung Gresik Deklarasikan Desa Anti Narkoba

Jumat, 08 Januari 2016 12:54 WIB
Warga Desa Randuagung Gresik Deklarasikan Desa Anti Narkoba
Warga Randuagung ketika mengikuti sosialisai BNN. foto: syuhud/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pernyataan Presiden RI ke-7, Joko Widodo bahwa Indonesia merupakan negera darurat narkoba beberapa waktu lalu, mendapatkan respon masyarakat luas.

Desa Randuagung Kecamatan Kebomas misalnya, dengan kesadaran para warganya, mereka mendeklarasikan sebagai desa anti narkoba, Jumat (8/1).

Deklarasi dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu PKK desa/kecamatan, serta para pemuda/pemudi. Mereka berkumpul di depan Pos Keamanan RW 3 untuk mendeklarasikan siap perang melawan narkoba.

Menurut Ketua RW, Sugiri, pihaknya mengatakan sangat bangga karena masyarakatnya sudah banyak menjadi kader anti narkoba, khususnya para remaja.

Para remaja di Desa Randuagung sangat antusias dengan terbentuknya desa anti narkoba. "Sebagai Ketua RW saya sangat bangga melihat hal ini," katanya.

Menurut dia, narkoba adalah musuh bersama. Sebab, narkoba mampu membuat orang hilang akal, bahkan mati. Karenannya, narkoba selalu menghantui anak-anak. "Gara-gara narkoba anak kita terjerumus ke dalam lembah hitam yang pada akhirnya akan merusak masa depan mereka," jelasnya.

Dia mengaku bersama warganya bertekad menjadikan Desa Randuagung sebagai desa anti narkoba.

Langkah yang dilakukan untuk mewujudkan itu seperti telah mengaktifkan kembali sarana dan prasarana olahraga, serta berbagai kegiatan positif, seperti hadrah, bela diri serta kegiatan lainnya yang sudah berjalan dengan baik. "Memang kita nantinya akan mati, namun mati bukan karena narkoba," tukasnya.

Usai mendeklarasikan desa anti narkoba, warga Randuagung langsung berkumpul di balai desa Randuagung mengikuti sosialisasi bahaya Narkoba oleh BNN Kabupaten Gresik.

Sementara itu Camat Kebomas, Jairudin mengaku mendukung terbentuknya desa anti narkoba, yang digagas oleh warga Randuagung. "Saya sangat mendukung keberadaan desa Randuagung yang berkomitmen untuk menyelamatkan warga dan generasi mudanya dari bahaya narkoba, semoga langkah Desa Randuagung ini bisa ditiru oleh desa/kelurahan lainnya," pungkasnya. (hud/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...