Anggaran Infrastruktur Disunat Rp60 Miliar, DPUBM Kabupaten Malang Prioritaskan Jembatan dan Jalan

Anggaran Infrastruktur Disunat Rp60 Miliar, DPUBM Kabupaten Malang Prioritaskan Jembatan dan Jalan Salah satu ruas jembatan yang mengalami kerusakan

MALANG,BANGSAONLINE.com - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga () Kabupaten tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur pada 2026 meski anggaran belanja modal mengalami efisiensi sebesar Rp60 miliar.

Kepala Kabupaten , Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan pagu awal belanja modal infrastruktur tahun ini mencapai Rp314 miliar.

Setelah dilakukan efisiensi, anggaran yang tersedia menjadi sekitar Rp250 miliar.

"Anggaran tersebut akan difokuskan untuk tiga program utama, yakni perbaikan , penggantian , serta pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU)," ucapnya.

Menurut Khairul, prioritas pembangunan tahun ini diarahkan pada penggantian dan pembangunan yang memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah.

Saat ini, lima proyek telah memasuki tahap lelang melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).

Kelima proyek tersebut meliputi Jembatan Genitri di Kecamatan Pakis, Jembatan Kedungkombal dan Jembatan Tempur di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Jembatan Kampung Legok di Kecamatan Pakisaji, serta Jembatan Babadan di Kecamatan Ngajum.

"Nilai proyek tersebut berkisar antara Rp692 juta hingga Rp1,7 miliar per lokasi. berharap pembangunan dan rehabilitasi tersebut dapat meningkatkan keamanan dan kelancaran akses masyarakat di sejumlah wilayah," terangnya.

Pria yang akrab disapa Oong itu menjelaskan, program perbaikan juga tetap dilaksanakan secara bertahap sesuai skala prioritas.

Salah satu proyek yang sedang ber adalah rehabilitasi Jalan Kepanjen-Kendalpayak dengan nilai anggaran sekitar Rp1,8 miliar.

Berdasarkan data , total panjang kabupaten di Kabupaten mencapai 1.641,62 kilometer.

Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen atau 328,32 kilometer masih mengalami kerusakan ringan hingga berat dan memerlukan penanganan.

Oong menjelaskan, penentuan prioritas pembangunan didasarkan pada data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR).

Ruas dengan volume kendaraan tinggi dan tingkat kejenuhan yang mendekati kapasitas akan menjadi prioritas untuk peningkatan maupun pelebaran .

Sementara itu, ruas yang mengalami kerusakan ringan akan ditangani melalui pemeliharaan rutin.

Penanganan tersebut dilakukan melalui metode tambal sulam atau sapu lubang. (dad/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warung Bebek Goreng H. Slamet di Kota Malang Terbakar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO