Cinta Ditolak Jadi Motif Pembacokan Perempuan Muda di Nganjuk

Cinta Ditolak Jadi Motif Pembacokan Perempuan Muda di Nganjuk Mobil Tim Inafis saat olah TKP Pembacokan di jalan persawahan Dusun Sekarputih, Desa Sonobekel, Kamis (11/6/2026) malam.

NGANJUK,BANGSAONLINE.com - Polisi mengungkap motif sementara kasus terhadap seorang perempuan di Kabupaten Nganjuk diduga dipicu rasa sakit hati pelaku setelah cintanya ditolak oleh korban.

Korban diketahui berinisial DM (20), warga Dusun Grogolan, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom.

Sementara pelaku berinisial RG (17), seorang pelajar asal Desa Mukuh, Kecamatan Tanjunganom. Antara korban dan pelaku diketahui telah saling mengenal sejak lama.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah pada persoalan asmara sebagai pemicu utama aksi kekerasan tersebut.

“Motif sementara yang kami peroleh adalah karena pelaku merasa sakit hati setelah cintanya ditolak oleh korban,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Lokasi kejadian berada di jalan area persawahan Dusun Sekarputih, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom.

Akibat serangan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan lengan kiri.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Tim Resmob Satreskrim bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kejadian.

Pelaku berhasil diamankan kurang dari 12 jam setelah kasus tersebut dilaporkan ke kepolisian.

Kasi Humas Fajar Kurniadhi mengatakan pelaku ditangkap saat berada di wilayah Jabon, Kabupaten Mojokerto. Saat itu, pelaku diduga hendak melarikan diri ke luar pulau.

“Pelaku berhasil diamankan sekitar pukul 09.00 WIB di wilayah Jabon, Mojokerto. Penangkapan dilakukan kurang dari 12 jam sejak laporan diterima oleh kepolisian,” terang Fajar.

Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Nganjuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga menyimpan kekecewaan terhadap korban yang menolak perasaannya.

Selain itu, korban diketahui telah menikah dengan pria lain.

Kepala Desa Sonobekel, Sentot Rudi Prasetiono membenarkan bahwa pelaku dan korban sudah saling mengenal cukup lama. Bahkan, menurutnya, keluarga korban juga mengenal sosok pelaku.

“Pelaku ini memang sudah lama mengenal korban. Bahkan beberapa kali pernah datang ke rumah korban sehingga keluarga korban juga mengenalnya,” ujar Sentot.

Ia mengatakan pelaku memiliki kedekatan dengan lingkungan pergaulan keluarga korban.

Selama ini, RG diketahui sering bergaul dengan salah satu sepupu korban.

“Pelaku ini teman tongkrongan sepupu korban, jadi memang sudah cukup dikenal di lingkungan keluarga,” jelasnya.

Fakta tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa aksi berawal dari persoalan pribadi yang berkaitan dengan hubungan asmara.

Terlebih, pelaku disebut telah mengetahui bahwa korban baru saja melangsungkan pernikahan.

“Yang kami ketahui, pelaku juga sudah tahu kalau korban ini baru menikah,” tambah Sentot.

Sebelum kejadian, korban diketahui keluar rumah untuk mengantar seorang teman perempuan. Saat itu, suami korban masih bekerja dan belum berada di rumah.

“Suaminya saat itu masih bekerja dan biasanya pulang sekitar pukul tujuh sampai delapan malam. Ketika kejadian berlangsung memang belum berada di rumah,” pungkasnya. (raf/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Polres Nganjuk Musnahkan BB Narkoba, Miras, dan Knalpot Brong, Hasil Ops Pekat Semeru 2024':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO