Rapat Persiapan Gladi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan, Lahan dan Laka Air Kabupaten Mojokerto
MOJOKERTO,BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Mojokerto Moch. Rizal Octavian memimpin Rapat Persiapan Gladi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan, Lahan dan Laka Air sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana saat musim kemarau.
Rapat yang digelar di Smartroom Satya Bina Karya (SBK), Jumat (12/6/2026), tersebut dihadiri perwakilan berbagai instansi lintas sektor, mulai dari Polri, TNI, Dinas Kehutanan, hingga Perum Perhutani.
BACA JUGA:
- Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai depan Hotel Narita Surabaya
- Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Trenggalek Siapkan Teknologi Penghasil 40 Liter Air per Malam
- Rangkaian Harjad Kabupaten Mojokerto ke-733, Majapahit Heritage Fun Runq 2026 Diikuti 1.200 Peserta
- Polres Mojokerto Tangkap Residivis Pencurian Minimarket
Dalam arahannya, Wakil Bupati Mojokerto menegaskan bahwa gladi kesiapsiagaan bukan sekadar simulasi, melainkan sarana untuk menguji efektivitas koordinasi dan kesiapan seluruh unsur terkait ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan.
"Gladi ini adalah sarana untuk menguji sistem komando, komunikasi, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi selama musim kemarau.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak melakukan pembakaran lahan, sampah maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan," ajaknya.
Selain membahas kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan, lahan, dan kecelakaan air, dalam kegiatan tersebut Wabup Rizal juga meluncurkan proyek perubahan bertajuk "Tangguh Rek" dan "Mojo Mandala".
Tangguh Rek yang sebelumnya dikenal sebagai tagline dan slogan kini dikembangkan menjadi sistem tata kelola resiliensi kawasan rawan bencana di Kabupaten Mojokerto.
Selain itu, Tangguh Rek juga menjadi akronim dari Tanggap, Tangkas, Unggul, dan Harmoni sebagai pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Sementara itu, Mojo Mandala merupakan singkatan dari Manajemen Data Bencana dan Pelaporan.
Program tersebut diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto sebagai upaya memperkuat sistem pendataan dan pelaporan kebencanaan.
Kedua program yang diluncurkan tersebut memiliki kesamaan tujuan, yakni memperkuat penanggulangan dan penanganan bencana berbasis masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko bencana dan mempercepat penanganan ketika terjadi keadaan darurat.
"Melalui Tangguh Rek, kita (pemerintah daerah) ingin menghadirkan sistem kesiapsiagaan yang lebih cepat, responsif, dan berbasis teknologi serta partisipasi masyarakat, karena sesungguhnya keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat," tandasnya. (ris/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




