Gatot Siswanto saat menunjukkan produk baru, yakni Gethuk Pisang Dadu. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Gudang Tahu Takwa (GTT) di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, meluncurkan produk baru berupa Gethuk Pisang Dadu. Olahan khas Kediri ini dikemas dengan konsep modern menggunakan baking paper dan plastik kedap udara, sehingga memiliki daya tahan lebih lama dibanding gethuk pisang konvensional.
Pemilik GTT Kediri, Gatot Siswanto, mengatakan inovasi ini lahir dari tingginya permintaan konsumen luar daerah yang ingin menjadikan gethuk pisang sebagai oleh-oleh.
BACA JUGA:
- Program Lontar Petrokimia Gresik Dongkrak UMKM Lokal
- Pamekasan Economic Fest 2026 Dongkrak UMKM, Bupati Kholilurrahman Tegaskan Kolaborasi Lintas Sektor
- Tarif Pajak UMKM 0,5 Persen Resmi Jadi Kebijakan Tetap
- Economic Fest 2026 Dibuka, Hipmi Pamekasan Siap Kawal UMKM Naik Kelas hingga Tembus Pasar Dunia
“Adapun gethuk pisang daun itu sejak dulu memang produknya sudah bagus. Produk tersebut masih ada kelemahan apabila dibawa ke luar kota,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, gethuk pisang tradisional yang dibungkus daun biasanya mulai mengalami perubahan rasa setelah dua hingga 3 hari.
“Karena daunnya yang bisa lembab akhirnya ada jamur dan mengenai di produknya. Sebetulnya bukan karena makanannya basi, tetapi terkontaminasi daun sehingga mempengaruhi rasa,” tuturnya.
Setelah melalui berbagai percobaan, GTT berhasil menciptakan Gethuk Pisang Dadu yang diklaim mampu bertahan hingga dua minggu tanpa perubahan rasa.
“Alhamdulillah gethuk pisang dadu ini sampai kami amati dua minggu tidak ada perubahan rasa. Target kami kalau bisa sampai satu bulan produk itu tetap aman,” kata Gatot.
Produk ini dipasarkan dengan empat varian kemasan, mulai dari ukuran kecil hingga premium untuk souvenir, dengan harga Rp9-18 ribu per kemasan. Meski baru dipasarkan 3 minggu, respons konsumen disebut sangat positif, bahkan permintaan mulai berdatangan dari luar daerah.
Gatot menambahkan, tantangan utama UMKM saat ini adalah kenaikan harga bahan baku, terutama plastik berkualitas tinggi.
“Plastik yang kualitasnya bagus itu melonjak hampir 100 persen. Dulu beli sekitar Rp700,00. per pack, sekarang sudah sekitar Rp1.250,00. ribu,” ucapnya.
Untuk menjaga cita rasa, GTT tetap menggunakan pisang raja nangka sebagai bahan utama, dipadukan dengan pisang lain. Kebutuhan bahan baku mencapai 45-60 kilogram per hari, sebagian dipasok dari petani di kawasan pegunungan Kabupaten Kediri.
Nama Gethuk Pisang Dadu diambil dari bentuk potongan produk berbentuk kubus berukuran sekitar 2,8 cm. Gatot berharap, inovasi ini mampu menjadikan gethuk pisang sebagai oleh-oleh unggulan Kediri yang dapat bersaing di pasar lebih luas. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




