Gatot Siswanto saat menunjukkan produk baru, yakni Gethuk Pisang Dadu. Foto: Ist
“Alhamdulillah gethuk pisang dadu ini sampai kami amati dua minggu tidak ada perubahan rasa. Target kami kalau bisa sampai satu bulan produk itu tetap aman,” kata Gatot.
Produk ini dipasarkan dengan empat varian kemasan, mulai dari ukuran kecil hingga premium untuk souvenir, dengan harga Rp9-18 ribu per kemasan. Meski baru dipasarkan 3 minggu, respons konsumen disebut sangat positif, bahkan permintaan mulai berdatangan dari luar daerah.
Gatot menambahkan, tantangan utama UMKM saat ini adalah kenaikan harga bahan baku, terutama plastik berkualitas tinggi.
“Plastik yang kualitasnya bagus itu melonjak hampir 100 persen. Dulu beli sekitar Rp700,00. per pack, sekarang sudah sekitar Rp1.250,00. ribu,” ucapnya.
Untuk menjaga cita rasa, GTT tetap menggunakan pisang raja nangka sebagai bahan utama, dipadukan dengan pisang lain. Kebutuhan bahan baku mencapai 45-60 kilogram per hari, sebagian dipasok dari petani di kawasan pegunungan Kabupaten Kediri.
Nama Gethuk Pisang Dadu diambil dari bentuk potongan produk berbentuk kubus berukuran sekitar 2,8 cm. Gatot berharap, inovasi ini mampu menjadikan gethuk pisang sebagai oleh-oleh unggulan Kediri yang dapat bersaing di pasar lebih luas. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




