Presiden Prabowo Subianto saat berbincang-bincang dengan presiden ke-7 RI Joko Widodo (dok BPMI Setpres)
Menurutnya, Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri yang diwariskan para pendiri bangsa, yakni politik bebas aktif dan non-blok.
Prabowo menegaskan Indonesia akan terus menjaga hubungan baik dengan seluruh negara tanpa terikat pada blok atau aliansi militer tertentu.
"Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non aligned, politik non-blok, politik bebas aktif. 1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," beber Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan hubungan baik yang terjalin dengan sejumlah pemimpin dunia sebagai hasil dari diplomasi yang dijalankannya.
Ia menyebut memiliki hubungan yang baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin maupun Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan. Tapi nggak ada masalah," kata Prabowo.
Meski menghadapi berbagai kritik, Prabowo menegaskan dirinya tetap fokus menjalankan tugas sebagai kepala negara dan berpegang pada arah kebijakan yang diyakininya benar untuk kepentingan bangsa.
"Saudara-saudara noise selalu ada yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," sambung Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




