Kepala Dinas KBP3A Bangkalan, Sudiyo.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Bangkalan menggelar pelatihan manajemen dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam penyelesaian kasus.
Kepala DKBP3A Bangkalan, Sudiyo, menyampaikan pelatihan ini fokus pada peningkatan pelayanan mulai dari proses pelaporan korban, asesmen, pemeriksaan penyidik, hingga pendampingan akhir.
BACA JUGA:
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Progam Bunga Nol Persen untuk UMKM: Harus Tepat Sasaran
- Gelar Pembinaan Aparatur Desa, Pemkab Bangkalan Dorong Peningkatan APBDes
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Pemkab Lakukan Sidak Pajak Restoran
- Pemkab Bangkalan Gelar Jambore BUMDesa 2026, Strategi Produk Desa Tembus Pasar Modern
“Jadi, kita tingkatkan pelayanannya, mulai dari bagaimana proses korban itu melapor, proses assesment kemudian dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, sampai proses pendampingan akhir hingga penyelesaian,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski data menunjukkan penurunan jumlah kasus, kondisi di lapangan belum bisa digambarkan secara pasti.
“Untuk kasus terbanyak ada di tahun 2024 dengan 40 kasus, 2025 ada 34 kasus, sedangkan di tahun 2026 ada 26 kasus. Tapi data ini belum bisa menggambarkan secara riil di lapangan,” sambungnya.
Mayoritas kasus di Bangkalan meliputi kekerasan perempuan dan anak, KDRT, serta penganiayaan. Tahun ini, kasus persetubuhan tercatat paling banyak dengan persentase di atas 10 persen.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




