Komunitas Ruang Pantomim saat meramaikan CFD Bangkalan, Minggu (7/6/2026)
BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Komunitas Ruang Pantomim Bangkalan memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Bangkalan, Minggu (7/6/2026), untuk mengenalkan seni pantomim kepada masyarakat.
Melalui aksi turun langsung ke tengah keramaian, para anggota komunitas menyapa warga sekaligus menunjukkan eksistensi seni pertunjukan yang selama ini masih kurang dikenal di Kabupaten Bangkalan.
BACA JUGA:
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
- Diduga Keracunan Puluhan Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan Dirawat Usai Santap MBG
Dengan mengenakan kostum khas pantomim, para anggota berkeliling kawasan CFD, berinteraksi dengan pengunjung, hingga melayani permintaan foto bersama.
Kehadiran mereka menarik perhatian warga yang tengah berolahraga maupun menikmati suasana pagi di kawasan Alun-Alun Bangkalan.
Pimpinan Ruang Pantomim Bangkalan, R. Nike Dianata Febriyanti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mendekatkan seni pantomim kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan keberadaan komunitas yang selama ini aktif membina generasi muda.
"Kegiatan ini kami lakukan untuk menyapa masyarakat sekaligus mengenalkan pantomim kepada publik. Selama ini pantomim masih belum banyak dikenal di Bangkalan meskipun prestasi yang diraih anak-anak cukup membanggakan," ujarnya.
Nike menjelaskan, Ruang Pantomim Bangkalan telah berdiri sejak 2015 dan kini memasuki usia sekitar 11 tahun. Meski telah melahirkan banyak prestasi, menurutnya seni pantomim masih belum mendapatkan ruang yang memadai, baik dari sisi apresiasi masyarakat maupun dukungan fasilitas.
Saat ini, komunitas tersebut memiliki sekitar 20 anggota yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA hingga alumni. Dalam beberapa tahun terakhir, para anggota berhasil menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional.
Di antaranya Ahmad Fatulbari yang tiga kali lolos ke tingkat nasional. Selain itu, Madinah, Sapir, dan Hamanabil Azizah berhasil meraih Juara I Nasional tingkat SD pada 2024. Sementara Wahyu Atriadi sukses meraih Juara III Nasional kategori SLB.
Prestasi lainnya juga ditorehkan dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N). Pada FLS2N 2025, Bangkalan mengirimkan tiga wakil dari jenjang SD, SMP, dan SLB yang seluruhnya berhasil meraih prestasi. Sebelumnya, pada FLS2N 2023, perwakilan SMP asal Bangkalan juga mampu menembus tingkat nasional.
Meski demikian, Nike mengaku komunitas yang dipimpinnya masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Hingga kini, kegiatan latihan dan pembinaan masih dilakukan secara berpindah-pindah di rumah anggota maupun relawan.
"Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah fasilitas ruang untuk berlatih dan berkegiatan. Selama ini kami masih menggunakan rumah-rumah pribadi sebagai tempat pembinaan," katanya.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Bangkalan dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan seni pertunjukan, termasuk pantomim, melalui penyediaan ruang kreatif serta dukungan pembinaan yang berkelanjutan.
"Dengan dukungan fasilitas yang memadai, kami optimistis potensi dan prestasi anak-anak Bangkalan di bidang seni pantomim akan semakin berkembang," pungkasnya. (uzi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




