Sejumlah buruh PT BMI yang dirawat di RSI Nashrul Ummah Lamongan usai menghirup gas yang diduga beracun
LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Sebanyak 19 pekerja pabrik pengolahan udang PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan dilarikan ke rumah sakit setelah diduga menghirup gas bocor dari ruang produksi, Jumat (5/6/2026).
Para pekerja mengalami gejala sesak napas, pusing, lemas, hingga iritasi mata secara mendadak. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah Lamongan untuk mendapatkan penanganan medis.
BACA JUGA:
- Disnaker Lamongan Minta PT BMI Evaluasi Total K3 Usai Belasan Karyawan Diduga Keracunan Gas
- Satpolairud Lamongan Buka Ruang Curhat Warga Pesisir Lewat Program Jumat Berkah
- Hendak Antar Pesanan Sabu, Pemuda di Paciran Dibekuk Polres Lamongan
- Diduga Ngantuk, Pengemudi Xenia Tabrak Gerobak Sampah di Lamongan hingga Tewaskan 1 Orang
Hingga Jumat siang, para korban masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI Nashrul Ummah Lamongan.
Humas RSI Nashrul Ummah Lamongan, Irmayanti, mengatakan pihak rumah sakit menerima para pekerja secara bertahap setelah insiden tersebut terjadi.
Selain sesak napas dan lemas, sejumlah pasien juga mengeluhkan mata perih serta tenggorokan kering.
"Kalau tadi diagnosa dokter dan cerita dari karyawan pabrik tadi ada kebocoran gas pada bagian produksi. Mereka menghirup (gas tersebut), dan matanya perih, terus berair, dan tenggorakan terasa kering," ujar Irmayanti kepada awak media, Jumat (5/6/2026).
Sebelum dirujuk ke rumah sakit, para pekerja tersebut sempat mendapatkan penanganan awal di klinik milik perusahaan.
Namun, karena kondisi para korban memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, pihak perusahaan memutuskan untuk membawa mereka ke RSI Nashrul Ummah Lamongan.
Dari total 19 pekerja yang menjalani perawatan, sebagian besar diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan setelah kondisi kesehatannya membaik.
Sementara itu, enam pekerja lainnya masih harus menjalani perawatan intensif dengan status rawat inap karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
"Kalau pasien keseluruhannya 19 orang. Rencana yang rawat inap ada 6 orang, karena memang kondisi badannya masih lemas. Kalau yang lainnya (13 orang) menjalani rawat jalan," tambah Irmayanti.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebocoran maupun jenis gas yang diduga terhirup para pekerja masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Anggota Satreskrim Polres Lamongan telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah keterangan terkait insiden tersebut.
Selain itu, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area pabrik pengolahan udang guna memastikan kronologi serta penyebab pasti peristiwa yang mengakibatkan belasan pekerja harus mendapatkan perawatan medis tersebut. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




