Bupati Gresik bersama Ketua DPRD Gresik dan Kepala DPUTR Gresik ketika menjadi narasumber dalam dialog publik. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Komunitas Wartawan Grissee bekerja sama dengan DPRD Gresik menggelar dialog publik bertajuk 'Sinergi DPRD Gresik dan KWGe (Komunitas Wartawan Grissee) dalam Mengawal Jalan Poros Desa' di Gedung GNI, Selasa (2/6/2026).
Acara menghadirkan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani; Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir; serta Kepala DPUTR Gresik, Dhiannita Tri Astuti; dengan moderator M. Syuhud Almanfaluty. Dialog juga diikuti kepala OPD, kepala desa, dan insan media.
Berdasarkan SK Bupati Gresik Tahun 2024, terdapat 218 ruas Jalan Poros Desa (JPD) dengan total panjang 436,93 kilometer. Bupati dan Ketua DPRD menegaskan komitmen menuntaskan perbaikan JPD di 18 kecamatan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.
“Kami fokus jalan poros desa, di tengah efisiensi anggaran desa, kami komitmen belanja kami di belanja modal untuk memenuhi 40 persen mandatory spending yang diamanatkan undang-undang,” kata Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik.
Ia menambahkan, hampir seluruh usulan Musrenbang maupun reses dewan menempatkan perbaikan JPD sebagai kebutuhan utama masyarakat. Gus Yani berharap dukungan DPRD Gresik dapat mengawal proses pembangunan hingga tahap lelang agar tidak menimbulkan persoalan.

Bupati Gresik dan Ketua DPRD Gresik bersama para peserta dialog publik. Foto: Ist
Sementara itu, Ketua DPRD Gresik menyatakan komitmen legislatif mendorong percepatan pembangunan JPD.
“Kebutuhan penuntasan jalan poros desa sangat besar. Tugas kami di DPRD adalah menentukan skala prioritas berdasarkan hasil musrenbang, pokok-pokok pikiran dewan, dan hasil reses,” ujarnya.
Syahrul menekankan pengawasan pembangunan jalan membutuhkan peran aktif masyarakat dan media.
“Kalau ada persoalan di lapangan silakan dilaporkan kepada kami. Harapannya semua pihak bisa bersama-sama mengawal pembangunan agar berjalan lebih baik dan produktif,” tuturnya.
Sedangkan Kepala DPUTR Gresik menyebut, perbaikan JPD tetap menjadi prioritas APBD 2026. Dari 218 ruas jalan, 22 ruas diprioritaskan dalam Perubahan APBD 2026, terutama di Gresik Selatan yang kerap terdampak banjir.
“Kami mulai menggunakan konstruksi beton pada sejumlah ruas karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi lapangan dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” ucapnya. (adv/hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




