Dr. Dino Patti Djalal. Foto: dok. pribadi
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Media sosial sedang ramai tentang bantahan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terhadap kritik Dino Patti Djalal terkait kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. Bantahan Teddy menuai kritik dari ribuan netizen karena pejabat berusia 37 tahun yang dikenal sangat dekat Presiden Prabowo itu dianggap mendiskreditkan Dino Patti Djalal.
Peristiwa itu terjadi saat Teddy membantah pernyataan Dino Patti Djalal. Dalam bantahan itu Teddy melontarkan kalimat: “Beliau (Dino) pernah menjadi wamenlu, meskipun hanya diberi kesempatan 3 bulan.” Seolah-seolah Dino Patti Djalal tak kompeten mengomentari kunjungan Presiden keluar negeri.
BACA JUGA:
- Dianggap Remehkan Dino Patti Djalal, Teddy "Dikeroyok" Ribuan Netizen, Ditanya Apa Kompetensinya
- Video Opini Amien Rais ke Presiden Prabowo Di-Takedown, PMNU Ingatkan Perlakuan AR ke Gus Dur
- Ketum MUI Desak PBB segera Tetapkan Palestina sebagai Negara Berdaulat
- Nobar Final Piala Dunia di Ponpes Alfalah Shiddiqiyyah, Penonton Bubar Saat Prancis Tertinggal 0-2
Kalimat itu oleh publik dianggap merendahkan Dino Patti Djalal.Teddy pun dibully puluhan ribu netizen. Para netizen justeru mempertanyakan kompetensi Teddy.
Siapa Dino Patti Djalal? Inilah profilnya.
Dino Patti Djalal pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia yang menjabat dari 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014. Ia menggantikan Wardana yang mengemban tugas baru sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turki.
Tapi pengalaman politik bukan hanya wakil menteri luar negeri yang sangat singkat itu. Seperti ditulis Wikipedia, Dino pernah menjadi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat (AS). Ia dilantik sebagai Dubes AS pada 10 Agustus 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tiga tahun kemudian mengundurkan diri. Tepatnya pada September 2013. Ia mengundurkan diri karena mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat 2013.
Dino dikenal sebagai diplomat berwawasan luas dan berpengalaman. Karena itu ia tiga kali mendapat penghargaan bintang maha putra atas kompetensinya sebagai diplomat. Yaitu Bintang Mahaputera Adipradana (25 Agustus 2025) dari Presiden Prabowo Subianto. Kemudian Bintang Mahaputera Utama (11 Oktober 2014) dan Bintang Jasa Utama (10 Agustus 2010).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




