RICUH: Ratusan warga menyerbu lokasi infrastruktur tambang emas Tumpang Pitu milik PT Bumi Suksesindo (BSI) di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Rabu (25/11). foto: detik
Sementara itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama menyatakan kesalapahaman itu yang berujung aksi anarkis ini terjadi lantaran massa yang kurang dewasa. Pihaknya hanya membuat suasana lebih kondusif dalam pertemuan yang gaduh lantaran adu mulut yang berkepanjangan.
"Kami berusaha mengendalikan emosi warga. Tapi malah mereka walk out meninggalkan pertemuan. Saat ini, kami amankan wilayah tambang. Brimob dan Dalmas kita kerahkan ke sana," ujarnya.
Pada aksi sebelumnya (Minggu 22 November), aparat keamanan setempat berusaha meredam perilaku anarkis warga. Saat itu, Dwi Susanto warga Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung Pesanggaran ditangkap. Selain nengamankan satu orang, plisi juga mengamankan sepeda motor Honda Vario P 3090 WO, 3 buah pentungan dan 2 pasang sandal jepit. Menurut polisi, aksi ini dilakukan oleh segerombolan pemuda mabuk yang kemudian melakukan aksi penyerangan ke kawasan tambang.
"Aksi ini terjadi lantaran segerombolan anak muda yang mabuk miras. Satu kita amankan kondisinya masih mabuk. Kita akan periksa setelah sadar," ujar Kapolres Banyuwangi AKPB Bastoni Purnama.
Massa yang mabuk ini, tambah Kapolres Bastoni, kemudian melakukan penyerangan terhadap infrastruktur tambang di Gunung Tumpang Pitu. Kapolres membantah ada tindakan pemukulan terhadap massa yang rusuh. Namun dirinya membenarkan adanya tembakan peringatan, untuk membubarkan massa.
"Tidak ada pemukulan ataupun penembakan gas air mata. Karena situasinya malam hari," tambahnya. (det/sta/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




