Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji PPIH Arab Saudi, Tri Hidayatno
MAKKAH,BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan distribusi makanan siap santap bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Paket makanan tersebut disiapkan untuk dikonsumsi pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.
BACA JUGA:
Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Tri Hidayatno, mengatakan distribusi makanan dilakukan karena layanan dapur jemaah di Makkah tidak beroperasi saat rekayasa lalu lintas menjelang Armuzna.
“Jadi semuanya menunya ini akan ada 6 jenis menu yang akan diterima bapak ibu sekalian mulai pada tanggal 3 Dzulhijjah (20 Mei) sampai nanti di tanggal 6 Dzulhijjah (23 Mei),” ujar Tri Hidayatno yang juga Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU Kemenhaj saat konferensi pers di Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026).
Tri menjelaskan, pada 7 Dzulhijjah jemaah akan menerima tiga kali makan, yakni pagi, siang, dan sore. Sementara pada 8 Dzulhijjah jemaah mendapat dua kali makan, yaitu siang dan sore. Adapun pada 13 Dzulhijjah, jemaah menerima satu kali makan.
Menurut Tri, paket makanan tersebut diproduksi oleh perusahaan Indonesia maupun perusahaan Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan di Arab Saudi.
“Jadi disini ada 2 jenis nanti yang akan diterima bapak ibu yang sebelah kiri saya ini ada 6 jenis menu yang diproduksi oleh PT Halalan Thayyiban dengan brand-nya adalah Makanku dan Family Food dengan brandnya Manaf,” ucapnya sambil menunjukkan paket makanan siap saji.
Ia menyebut terdapat enam pilihan menu yang dapat dipilih jemaah selama masa distribusi makanan tersebut.
“Misalkan disini ada gulai ayam, kemudian ada daging lada hitam. Ada kari ayam, semur ayam dan juga ada rendang daging. Jadi nanti bapak ibu bisa memilih bebas,” tuturnya.
Dalam satu paket, lanjut Tri, tersedia nasi, lauk, sendok, dan tisu sehingga makanan dapat langsung dikonsumsi.
“Jadi ada dua jenis ada warna merah ini adalah nasi Kemudian yang warna putih ini adalah lauknya Kemudian untuk makannya ini juga disediakan sendok dan juga tisu,” kata Tri.
Ia menjelaskan makanan dapat disantap dengan cara membuka kemasan lalu menuangkannya ke wadah yang tersedia.
“Untuk cara makannya bapak ibu nanti tinggal mensobek. Disini ada sobekan kecil nah ini tinggal disobek, kemudian bapak ibu tuangkan di mangkuk plastik yang tersedia,” katanya.
Tri mengingatkan agar paket makanan tersebut dikonsumsi di hotel di Makkah dan tidak dibawa ke Armuzna.
“Jadi mungkin bapak ibu sekalian sudah menerima paket-paket makanan, tapi tolong diingatkan bahwa paket makanan ini digunakan untuk di tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah,” ucap Tri.
Ia menegaskan, pada tanggal tersebut jemaah tidak mendapatkan layanan makanan siap saji atau fresh meal karena adanya penutupan sejumlah akses transportasi dan layanan shuttle menjelang puncak haji.
Tri juga mengimbau jemaah tetap sarapan sebelum berangkat menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah agar kondisi fisik tetap terjaga selama menjalani rangkaian ibadah Armuzna.
Meski demikian, Tri memastikan jemaah tetap memperoleh layanan konsumsi saat berada di Armuzna yang disediakan oleh syarikah.
“Nanti ketika di armuzna Bapak Ibu juga akan mendapatkan Makanan yang tersendiri Yang disediakan oleh syarikah Bentuknya juga ready to eat juga," tuturnya.
Tri juga mengimbau jemaah tidak membawa paket makanan dari hotel ke Armuzna karena dapat menambah beban bawaan.
“Boleh bisa Tapi nanti akan memberatkan Satu memberatkan Karena sebetulnya yang tasnya bisa diisi yang lain Malah justru membawa makanan,” ucapnya. (msn/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




