Suhu Makkah Tembus 43 Derajat, 830 Jemaah Haji Bangkalan Dilaporkan Sehat

Suhu Makkah Tembus 43 Derajat, 830 Jemaah Haji Bangkalan Dilaporkan Sehat KH. Moh. Ayyub Mustofa, anggota mustasyar Kementerian Haji dan Umrah RI saat kunjungan ke sektor IV Kloter 27 dan 73 jemaah asal Bangkalan, Jumat (15/5/2026).

MAKKAH, BANGSAONLINE.com – Di tengah sengatan cuaca ekstrem yang melanda Kota Makkah dengan suhu mencapai 43 derajat Celsius, sebanyak 830 jemaah haji asal Kabupaten Bangkalan dilaporkan dalam kondisi fisik yang prima.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh pembimbing haji dari Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan, H. Wafir.

Meski suhu udara menjadi tantangan berat bagi para jemaah, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, kedisiplinan dalam menjaga kesehatan menjadi kunci utama.

“Cuaca di Makkah saat ini sangat panas, mencapai 43 derajat Celsius. Kami berharap jemaah tetap menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak minum air putih, khususnya air zamzam,” ujar H. Wafir saat dihubungi jurnalis BANGSAONLINE.com, Jumat (15/5/2026) sore waktu setempat.

Wafir memastikan bahwa seluruh rombongan asal Bangkalan telah sukses menyelesaikan rangkaian umrah wajib tanpa kendala berarti. Saat ini, fokus utama para jemaah adalah menghemat energi sembari menunggu momentum puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Alhamdulillah, seluruh jemaah sudah melaksanakan tawaf wajib dan seluruh rangkaian umrah berjalan lancar tanpa kendala berarti,” jelasnya.

Sesuai instruksi dari Kementerian Haji, aktivitas jemaah kini dibatasi hanya di sekitar lingkungan Masjidil Haram untuk menghindari kelelahan fisik yang berlebihan.

“Sesuai edaran dari Kementerian Haji, jemaah hanya melakukan kegiatan di sekitar Masjidil Haram dan tidak melakukan perjalanan jauh agar kondisi fisik tetap terjaga,” tambah Wafir.

Selain urusan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi terkait keamanan. Jemaah diimbau untuk tidak tergiur menggunakan jasa transportasi ilegal yang sering kali menyasar jemaah di tanah suci.

“Kami terus mengingatkan jemaah agar tidak mudah menggunakan jasa transportasi ilegal demi keamanan dan kenyamanan selama di Tanah Suci,” tegasnya.

Hingga saat ini, dipastikan tidak ada warga Bangkalan yang menjadi korban penipuan atau kendala transportasi.

Di sisi lain, jemaah juga membawa misi spiritual untuk mendoakan kampung halaman mereka. Sejalan dengan pesan Wakil Bupati Bangkalan saat pelepasan kloter 72 dan 73, para jemaah turut mendoakan agar Bangkalan tetap dalam suasana aman, damai, dan sejahtera.

“Kami mohon doa dari masyarakat Bangkalan agar seluruh jemaah diberi kesehatan dan kekuatan hingga mampu menuntaskan seluruh ibadah haji dengan sempurna serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan memperoleh haji yang mabrur,” harap Wafir.

Sebagai informasi tambahan, petugas haji Alim Haris menyebutkan bahwa jemaah sempat mendapatkan kunjungan spesial dari KH. Moh. Ayyub Mustofa, anggota Mustasyar dari Kementerian Haji dan Umrah RI. Dalam kunjungan tersebut, beliau memberikan bimbingan teknis terkait rangkaian ibadah agar sesuai dengan syariat.

KH. Moh. Ayyub Mustofa, anggota mustasyar Kementerian Haji dan Umrah RI saat kunjungan ke sektor IV Kloter 27 dan 73 jemaah asal Bangkalan, Jumat (15/5/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO