Mensos Gus Ipul saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-114 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026).

Lebih lanjut, Gus Ipul berharap wisudawan dan wisudawati tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga menjadi problem solver, jembatan antar negara dan masyarakat serta agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sosialnya.
"Jika kemiskinan adalah rantai, maka pendidikan adalah kunci, dan hari ini saudara-saudara telah memegang kunci tersebut. Indonesia Emas 2045 tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat hari ini, tetapi oleh siapa yang kita siapkan untuk hari esok," ungkapnya.
Wakil Wisudawan, Muhammad Maulana Hamilurrosyad, menyampaikan keterbatasan ekonomi keluarga bukanlah halangan untuk menggapai mimpi.
"Sebagai manusia, kita harus mempunyai keberanian untuk terus belajar dan tidak pernah menyerah. Dan kita semua di sini sebagai wisudawan adalah bukti bukti bahwa perjuangan, doa, dan cinta orang tua tidak pernah mengkhianati hasil," kata Maulana.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Ketua Senat UINSA Prof. Moh. Ali Azis, Rektor UINSA Prof. Akhmad Muzakki, para Wakil Rektor UINSA, dan pejabat terkait lainnya. (ari/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




