Menteri PKP Maruarar Sirait didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan peninjauan
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau rumah usulan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), simulasi pelaksanaan PTT, sekaligus meluncurkan program BSPS se-Jawa Timur di Surabaya, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono.
BACA JUGA:
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
Dalam kesempatan itu, Maruarar menyampaikan bahwa program BSPS di Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Jika pada 2025 hanya sekitar 3.000 unit, tahun ini meningkat menjadi 33.000 unit rumah.

“Bahagialah bisa membantu rakyat kecil. Tahun lalu 3.000, sekarang di Jawa Timur 33.000,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain bantuan perumahan, pemerintah juga mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan serta program PNM Mekaar yang menyasar kaum ibu.
Menurutnya, langkah ini penting agar keluarga penerima bantuan tidak hanya memiliki rumah layak, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi.
“Supaya kalau rumahnya rusak, bisa dibantu dengan kekuatan ekonomi keluarga,” katanya.
Maruarar juga mengapresiasi peran ibu-ibu di Surabaya yang tetap berjuang meningkatkan pendapatan keluarga.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




