Menteri PKP Maruarar Sirait didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan peninjauan
Ia menyebut banyak di antaranya mampu meraih penghasilan hingga Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan untuk mendukung kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak.
Terkait KUR Perumahan, pemerintah memberikan kemudahan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Untuk pinjaman di bawah Rp100 juta, masyarakat tidak memerlukan agunan dengan bunga sekitar 6 persen per tahun.
“Ini sangat murah, sehingga seharusnya tidak ada lagi rentenir di Jawa Timur,” tegasnya.
Sementara itu, bagi kontraktor, developer, dan toko bangunan skala UMKM, tersedia fasilitas pinjaman hingga Rp20 miliar dengan subsidi bunga sekitar 5 persen.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kelas menengah baru serta memperluas distribusi ekonomi.
Lebih lanjut, Maruarar menekankan bahwa pembangunan 33.000 rumah akan memberikan efek berganda bagi perekonomian.
Ia memperkirakan hampir 100 ribu tenaga kerja terlibat langsung, belum termasuk sektor pendukung seperti transportasi, industri bahan bangunan, hingga usaha kecil seperti warung makan.
“Ekonomi bergerak luar biasa dari ekosistem perumahan, mulai dari kontraktor, perbankan, hingga petani dan nelayan,” ujarnya.(dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




