Dam Haji Berpeluang Dilaksanakan di Daerah, Jatim Siap Gandeng BUMD PT JGU

Dam Haji Berpeluang Dilaksanakan di Daerah, Jatim Siap Gandeng BUMD PT JGU Adi Karyono, Sekdaprov Jatim. Foto: Diday Rosadi/BANGSAONLINE

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Dam Haji di dalam negeri guna mempermudah jemaah sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

Kementerian Haji dan Umrah bersama Komisi VIII DPR RI sebelumnya telah memberikan sinyal positif terkait kebijakan pelaksanaan Dam Haji (denda haji) di Indonesia. 

Di Kabupaten Purbalingga, dua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) bahkan telah lebih dulu melaksanakan Dam dengan fasilitasi pemerintah daerah setempat.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mengkaji kebijakan tersebut dan menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan pembayaran Dam melalui penyembelihan hewan di tanah air bagi jemaah haji.

"Memang ada rencana Dam bisa dilaksanakan di dalam negeri. Tentu dilakukan di daerah asal jemaah yang melakukan ibadah haji, termasuk Jawa Timur. Kami menyambut baik hal itu," kata Adhy Karyono, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Kamis (23/4/2026).

Adhy menjelaskan, mekanisme pembayaran dan penyembelihan Dam di Jawa Timur berpotensi diterapkan untuk memudahkan jemaah, sekaligus mengoptimalkan distribusi daging kepada masyarakat kurang mampu di daerah asal jemaah.

Ia menegaskan, apabila regulasi terkait kebijakan tersebut resmi diberlakukan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan dukungan penuh terhadap implementasinya.

"Kami sangat mendukung sekali, terlebih itu daging kan, jadi bisa menambah gizi untuk masyarakat," urai Adhy.

Lebih lanjut, Adhy menyebutkan bahwa Jawa Timur memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pangan yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan kebijakan pembayaran Dam tersebut.

Ia menambahkan, BUMD yang dinilai paling relevan untuk mendukung implementasi pelaksanaan Dam di Jawa Timur adalah PT Jatim Grha Utama (JGU) yang bergerak di bidang pangan.

"Saya kira untuk BUMD, yang paling relevan mengimplementasikan pelaksanaan Dam di Jawa Timur," ujar Adhy Karyono.

Sementara itu, Direktur PT Jatim Grha Utama, Firman Dwi Kriatmojo, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjadi pelaksana Dam di Jawa Timur. 

Hal ini sejalan dengan rencana perusahaan dalam membangun Rumah Potong Hewan (RPH) Halal tingkat provinsi.

Firman mengungkapkan, telah memiliki infrastruktur pendukung untuk pembangunan RPH Halal yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal di Jawa Timur, termasuk mendukung pelaksanaan Dam bagi jemaah haji asal daerah tersebut.

"Kami siap mengimplementasi pelaksanaan Dam di Jawa Timur. Tentu nantinya akan berkolaborasi dengan lembaga terkait seperti Baznas dan KBIH, serta ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah dan MUI," pungkas Firman. (mdr/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO