Agus Zunaidi.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaidi, menegaskan tidak akan kembali maju dalam bursa pencalonan ketua pada periode kepengurusan berikutnya. Keputusan itu diambil sebagai komitmen mendorong regenerasi kepemimpinan di tubuh partai.
“Saya sudah menjabat tiga periode, meskipun sempat mendapat diskresi. Sudah saatnya memberi ruang bagi kader yang lebih muda untuk tampil dan memimpin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
BACA JUGA:
- DPC PPP Kabupaten Kediri Gelar Muscab ke-X, Setyo Budi Siap Lanjutkan Kepemimpinan
- Sahkan SK PPP Kubu Mardiono, Menkum Tak Tahu Kubu Suparmanto Daftar di Dirjen AHU
- Pelapor Kasus Dugaan Korupsi Hibah Wasbang Ngaku Serahkan Uang ke DPC PPP Situbondo
- Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi PPP Gelar Reses
Menurut dia, estafet kepemimpinan bukan sekadar pergantian figur, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan organisasi agar tetap hidup, adaptif, dan relevan menghadapi dinamika politik.
“Regenerasi itu penting. Partai tidak boleh stagnan. Harus ada energi baru, gagasan baru, tapi tetap dalam koridor perjuangan PPP,” tuturnya.
Momentum Musyawarah Cabang (Muscab) X yang digelar di Kantor DPC PPP Kota Blitar menjadi awal proses tersebut. Agus menegaskan, forum ini belum menetapkan ketua definitif, melainkan masih pada tahap pembentukan tim formatur.
“Fokusnya pemilihan formatur. Nanti formatur yang akan menyusun kepengurusan sekaligus mengarah pada penetapan ketua,” ucapnya.
Dalam Muscab X yang diselenggarakan Minggu (19/4/2026), 3 nama ditetapkan sebagai formatur, yakni Nuhan Eko Wahyudi dari unsur DPC, Buchori Muslim, serta Wawan. Ketiganya akan merumuskan komposisi kepengurusan baru yang kemudian diajukan ke DPW dan DPP PPP untuk pengesahan.
Agus menilai, mekanisme tersebut bagian dari demokrasi internal partai yang mengedepankan musyawarah serta menjaga keseimbangan antarstruktur.
“Kita ingin proses ini berjalan matang, tidak tergesa-gesa, dan tetap menjaga soliditas. Siapapun nanti yang ditetapkan, itu adalah hasil kesepakatan bersama,” katanya.
Ia berharap, kepengurusan baru mampu membawa PPP Kota Blitar tampil lebih kompetitif, terutama menghadapi Pemilu 2029.
“Harapan saya sederhana, PPP harus semakin kuat, semakin dekat dengan masyarakat, dan mampu menjawab kebutuhan umat. Itu kunci kalau ingin menang di masa depan,” pungkasnya.
Muscab X ini sekaligus menjadi penanda PPP Kota Blitar tengah menata langkah, merajut kesinambungan antara pengalaman dan semangat baru, dengan regenerasi sebagai keniscayaan menjaga eksistensi partai di tengah tantangan politik. (ina/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




