Ketiga drone pintar karya Tim Bayucaraka ITS yang diusung berlaga di ajang SAFMC 2026 di Singapura. (Ist)
Meski sempat terkendala pada sensor ketinggian di salah satu armada karena faktor usia komponen, koordinasi yang solid membuat tim mampu mengambil langkah solutif dengan cepat.
“Kecepatan pesawat kami mencapai tiga meter per sekon dengan daya tahan terbang hingga 15 menit,” ungkapnya.
Kesuksesan ini tidak lepas dari arahan Ketua Tim Bayucaraka ITS untuk SAFMC 2026 Farrel Ganendra. Puncak kebanggaan tim riset robot terbang ini semakin terasa ketika seremoni penganugerahan medali di Singapura yang diwakilkan penerimaannya secara langsung oleh Sebastian Adrian Nugraha. Keduanya merupakan mahasiswa dari Departemen Teknik Komputer ITS angkatan 2023.
Ke depannya, menurut Okta, timnya berencana menambahkan modul Global Positioning System (GPS) untuk pengembangan riset pesawat formasi otonom yang lebih kompleks.
“Kami bangga bisa mempersembahkan medali di Singapura ini sebagai motivasi untuk terus berkontribusi bagi almamater dan bangsa,” pungkasnya. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




