Tangkapan layar CCTV saat pelaku beraksi mencuri pakaian dalam milik warga
LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Warga Kelurahan Telaga Bandung, dihebohkan aksi pencurian pakaian dalam wanita yang terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial.
Video rekaman tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah akun media sosial VScoil VapeStore. Dalam video yang beredar, wajah pelaku yang diduga seorang pria terlihat jelas saat menjalankan aksinya.
BACA JUGA:
- Tas Penjual Es Degan di Lamongan Diduga Digasak Pembeli Gadungan, Sejumlah Barang Berharga Raib
- Polres Lamongan Ungkap 29 Kasus Narkoba, Obat Terlarang Rp430 Juta Disita
- Dua Hari Tiga Motor Raib, Maling di Lamongan Jual Hasil Curian via Facebook
- Residivis Curi Mesin Diesel Petani 53 TKP di Lamongan, Dijual Murah hingga Kiloan
Kejelasan wajah pelaku memudahkan proses identifikasi. Meski demikian, pihak korban saat ini masih mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan sebelum menempuh jalur hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 02.35 WIB. Dari rekaman CCTV, pelaku diduga cukup terampil dan memperhatikan kondisi sekitar sebelum beraksi.
Terduga pelaku terlihat berada di sekitar lokasi sejak pukul 02.35 WIB dan sempat mondar-mandir di depan rumah korban.
Diketahui, pagar rumah korban akan mengeluarkan bunyi jika disentuh. Hal itu membuat pelaku berupaya mencari cara agar bisa mengambil jemuran tanpa menyentuh pagar.
Setelah mengamati situasi, pelaku akhirnya menemukan tiang atau galah yang biasa digunakan untuk memetik mangga.
Dengan alat tersebut, pelaku mengait pakaian dalam dari balik pagar hingga berhasil membawanya kabur. Pemilik rumah baru menyadari kehilangan tersebut saat memeriksa jemuran pada pagi hari.
Merasa janggal, korban kemudian mengecek rekaman CCTV untuk memastikan penyebab hilangnya pakaian tersebut.
"Kami baru sadar pagi hari kalau ada pakaian dalam yang hilang. Akhirnya kami cek CCTV untuk memastikan , dan ternyata benar, ada orang yang maling ," ujar pihak korban dalam keterangannya .
Meski wajah terduga pelaku telah tersebar luas di media sosial, korban masih membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.
Mereka berharap pelaku bersedia bertanggung jawab secara langsung atas perbuatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




