Para relawan Laskar Karomah foto bersama dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim serta Kepala Kantor Wilayah BPN Jatim Dr Asep Heri di kantor JKSN, Kamis (9/4/2026). Foto: MMA/bangsaonline
Menurut dia, sertipikat ini adalah bentuk perlindungan negara terhadap niat suci para wakif agar aset-aset keagamaan memiliki legalitas hukum yang kuat.
“Sehingga dapat dikelola secara optimal demi kemaslahatan umat,” tegasnya.
Asep Heri kemudian merinci sertifikat yang diserahkan.
“301 titik wakaf untuk Nadhaltul Ulama, 20 titik wakaf untuk Muslimat, 14 titik wakaf untuk Muhammadiyah, 22 titik wakaf untuk Amanatul Ummah serta 143 titik wakaf yang dikelola oleh Yayasan Islam lainnya maupun perorangan,” ujar Asep Heri menyampaikan laporan kepada Gubernur Khofifah.
“Juga 30 hak pakai aset pemerintah provinsi,” tambah Asep Heri.
Mencermati titik wakaf itu, Kiai Asep sempat bertanya kenapa kok tidak ada sertipikat untuk gereja atau yayasan Katolik dan Kristen. Padahal mereka hadir dalam acara tersebut.
“Mungkin karena gereja rajin menyertipikatkan ya. Beda dengan NU yang tidak mengurus sertipikat,” ujar Kiai Asep sembari tertawa.
Asep Heri juga membentuk Laskar Karomah yang dikordinatori Muhammad Ghofirin. Menurut Asep Heri, jumlah anggota Laskar Karomah itu mencapai ribuan relawan untuk membantu proses kelancaran pelaksanaan kerjasama dengan UAC.
Dalam acara itu beberapa relawan sempat ditampilkan dengan yel-yel.
Relawan?
“Siap,” jawab para relawan itu.
Jawa Timur?
“Makmur…,” jawab mereka lagi.
Sertipikat wakaf?
“Tuntas,” jawa mereka kompak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




