Visual erupsi Gunung Semeru berupa luncuran awan panas sejauh 2,5 kilometer, Kamis (9/4/2026). Foto: PVMBG.
LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Pos pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, melaporkan Gunung Semeru meletuskan awan panas dengan amplitudo maksimal 22 millimeter. Erupsi tersebut, disertai dengan asap setinggi 2.500 meter di atas puncak kawah Gunung Semeru.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho mengatakan, awan panas tersebut terekam mulai pukul 17.35 WIB dan mengarah ke Besuk Kobokan.
"Terjadi APG jarak luncur 2,5 kilometer mengarah ke Besuk Kobokan," kata Isnugroho
Ia menyatakan, saat ini awan panas sudah berhenti pada jarak 2,5 kilometer dai puncak kawah dan tidak ada dampak yang terjadi akibat luncuran awan panas itu.
Namun, menyebabkan tumpukan material di lereng Gunung Semeru semakin banyak dan berimbas saat hujan dengan intensitas tinggi, material pasir dan batu akan terbawa banjir lahar hujan Gunung Semeru.
"Saat ini di Gunung Semeru kerap terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi," ujar Isnugoroho.
Isnugroho menyebut, bahaya dari banjir itu, bisa membahayakan warga sekitar aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru.
BPBD kini mempersiapkan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengamankan apabila terdapat luncuran awan panas dan mendekati kawasan permukiman di radius 8 kilometer dari puncak kawah.
Isnugroho juga mengimbau warga di sekitar lereng Semeru, agar tetap tenang dan menjaga kewaspadaannya sambil memantau perkembangan informasi dari petugas pos pantau Gunung Semeru. (rif)

























