Pj Sekdakot Kediri, M Ferry Djatmiko, saat memimpin rapat.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkot Kediri menyelenggarakan Kick Off Meeting Evaluasi Mandiri Kota Layak Anak (KLA) 2026, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah OPD teknis untuk menyamakan persepsi terkait pengisian instrumen evaluasi KLA.
Pj Sekdakot Kediri, M Ferry Djatmiko, menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah untuk menegaskan pembagian peran, menetapkan koordinator dan operator, serta menyepakati mekanisme kerja.
“Komitmen KLA Kota Kediri sejalan dengan visi/misi nomor tiga yakni mewujudkan produktivitas Sumber Daya Manusia dengan cara meningkatkan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam pembangunan,” paparnya.
Dalam mewujudkan KLA, terdapat 24 indikator pemenuhan hak anak yang terbagi ke dalam 5 klaster, yaitu hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya; serta perlindungan khusus.
Evaluasi mandiri KLA dilakukan melalui website Monev Kementerian PPPA. Desk verifikasi per klaster dijadwalkan pada 6-10 April 2026, sedangkan finalisasi penginputan aplikasi dan persetujuan submit dilakukan pada 20-27 April 2026.
“Kegiatan pengumpulan, pelaporan data dan bukti dukung dilakukan oleh masing-masing OPD sesuai klaster masing-masing,” kata Ferry.
Ia berharap, forum ini memperkuat komitmen kolaboratif lintas sektor serta meningkatkan pemahaman operator terhadap indikator.
“Pertemuan ini menjadi awal sinergi untuk mengidentifikasi tantangan, memenuhi hak anak, dan meningkatkan peringkat KLA dari Madya menuju Nindya,” pungkasnya. (uji/mar)

























