Lia Istifhama dan Aang Kunaifi saat menjadi narasumber dalam Momentum Syawalan Pemuda Jawa Timur.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Suasana Syawalan Pemuda Jawa Timur berlangsung hangat dan penuh makna. Di tengah semangat silaturahmi, terselip pesan kuat dari dua narasumber, Lia Istifhama dan Aang Kunaifi, yang sama-sama mengajak generasi muda untuk lebih cerdas, peduli, dan terlibat aktif dalam kehidupan sosial maupun demokrasi.
Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, tampil dengan senyum yang khas—hangat dan menenangkan. Di hadapan para pemuda dari berbagai elemen seperti Duta Putra Putri Sidoarjo, KNPI, hingga Ruang Kolaborasi Pemuda, ia mengingatkan pentingnya kemampuan membaca kualitas di tengah derasnya arus informasi.
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Soroti Polemik Pemecatan Guru Yogi Susilo, Ning Lia Desak Investigasi Transparan Demi Keadilan
- DPD RI Lia Istifhama X KPID Jatim: RUU Penyiaran Harus Segera Disahkan
- Viral Banner Dicium ODGJ, Senator Cantik Ning Lia Istifhama Cerita ke Pak Purnomo, Sang Polisi Baik
“Strateginya adalah bagaimana kita cerdas membaca kualitas. Tantangan kita hari ini adalah referensi publik,” ujarnya.
Menurutnya, di era digital saat ini, informasi begitu melimpah, namun tidak semuanya memiliki kualitas yang baik. Karena itu, pemuda dituntut untuk lebih selektif dan kritis dalam menyaring informasi, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan dan masa depan bangsa.
Dalam refleksi yang lebih personal, Ning Lia juga menekankan pentingnya nilai spiritual sebagai pegangan hidup.
“Saya hanya meyakini kepada Allah SWT. Ibarat kita perjalanan di tengah tol, kita harus tetap fokus dan punya arah,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa dalam dinamika demokrasi, masyarakat tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas pilihan yang diambil. Sebab, pilihan publik sering kali didasarkan pada persepsi terhadap integritas seseorang.
“Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat. Seseorang dipilih karena dianggap memiliki integritas. Maka kalau ingin menjadi pemimpin, kita harus memperkuat kecerdasan kita,” tegasnya.
Ning Lia juga menyoroti tingginya kepekaan masyarakat Indonesia, terutama di kalangan netizen, yang dinilai memiliki peran besar dalam membentuk opini publik.
“Ternyata negara Indonesia ini kuat karena netizennya. Kepekaannya tinggi,” ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




