Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jatim.
Nilai-nilai tersebut, menurut Ning Lia, penting agar perempuan mampu menjadi pemimpin yang berintegritas dan berdaya saing.
Dalam materinya, Ning Lia juga mengangkat gagasan perjuangan Raden Ajeng Kartini yang mendorong perempuan untuk berani bermimpi, berpikir maju, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa perempuan modern harus memiliki keberanian untuk berbicara dan mengambil peran dalam kehidupan publik.
“Perempuan harus berani berbicara, berani berkontribusi, dan tidak takut mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin,” ujarnya.
Pemaparan data, Ning Lia menyebutkan bahwa di Jawa Timur terdapat lebih dari 31 juta pemilih dalam Pemilu 2024, dengan jumlah pemilih perempuan bahkan lebih banyak dibanding laki-laki. Namun keterwakilan perempuan dalam politik masih belum seimbang.
Karena itu, ia mendorong perempuan untuk meningkatkan partisipasi dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan publik.
“Perempuan harus mulai mengaktualisasikan diri sebagai calon pemimpin, bukan hanya menjadi pengikut,” tegasnya.
Usai pemaparan materi, dalam sesi dialog tanya jawab jelang berbuka Ning Lia juga berbagi pengalaman tentang tantangan kepemimpinan perempuan.
Ia mengatakan perempuan sering menghadapi dilema antara bersikap lembut atau tegas.
Menurutnya, perempuan perlu menjaga keseimbangan antara empati dan ketegasan agar kepemimpinan tidak menimbulkan rasa takut, tetapi tetap dihormati.
“Leadership itu bukan soal posisi, tetapi aksi. Kepemimpinan adalah tindakan nyata yang membuat orang mengikuti kita karena mereka percaya, bukan karena takut,” ucap DPD RI pemilik tagline Cantik, Lia Istifhama ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




