Lampu hias ikonik menyebar hingga kecamatan, wajah Bojonegoro saat malam hari makin terang dan cantik.
Untuk menjaga efisiensi energi, pengoperasian lampu telah menggunakan sistem otomatis berupa timer maupun photo cell yang akan menyala dengan sendirinya saat senja tiba.
Menjelang puncak mudik Ramadan, Pemkab Bojonegoro terus mengebut perluasan pemasangan lampu ini untuk menyambut para perantau yang pulang kampung. Hingga saat ini, hampir seluruh kecamatan telah terhiasi, kecuali wilayah perkotaan yang memiliki konsep penataan berbeda.
Target pengerjaan selanjutnya akan difokuskan pada titik-titik strategis yang menjadi "wajah" masuknya kendaraan ke Bojonegoro. (bjn/rev)
"Rencananya akan ada tambahan di wilayah Kalianyar sebagai pintu masuk (selamat datang) kota Bojonegoro, wilayah Gondang, hingga area Jembatan Bojonegoro Tuban (TBT). Wilayah ini terbukti sangat potensial membuka ruang ekonomi baru yang menghubungkan dua kabupaten," tambah Sarifuddin.
Melalui penataan cahaya yang artistik ini, Bojonegoro diharapkan tidak hanya semakin cantik secara estetika, tetapi juga mampu memberikan rasa aman bagi warga serta memicu pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di tingkat kecamatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




