Lilik Hendarwati.
Meski demikian, ia menilai penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan imbauan dan penertiban. Diperlukan pendekatan menyeluruh dan kolaboratif antara pemerintah kota, aparat keamanan, RT/RW, tokoh agama, serta keluarga.
Pengawasan persuasif, dialog dengan anak-anak muda, serta penyediaan ruang kegiatan positif di lingkungan, lanjutnya, menjadi bagian penting dari solusi.
Ia juga mendorong agar surat edaran tersebut diiringi penguatan peran masyarakat di tingkat kampung, termasuk ronda Ramadan.
"Pengawasan berbasis RT/RW serta kegiatan alternatif yang lebih bermanfaat dan aman bagi anak-anak dan remaja, seperti kegiatan keagamaan, sosial, maupun olahraga terarah di fasilitas yang semestinya," imbuhnya.
Sebagai wakil rakyat, ia mengajak seluruh warga Surabaya memandang surat edaran tersebut sebagai panggilan kepedulian bersama.
Orang tua diminta lebih hadir dan peduli terhadap aktivitas anak-anaknya, para pemuda diharapkan menjadi teladan, serta seluruh elemen masyarakat diajak saling mengingatkan dengan cara bijak.
"Surabaya adalah kota besar dengan masyarakat yang matang dan beradab. Mari kita buktikan bahwa Ramadan bisa kita jaga bersama aman, tertib, dan penuh keberkahan tanpa mengorbankan keselamatan, ketenangan, dan masa depan generasi muda kita," pungkasnya. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




