Pemkot Surabaya Terbitkan SE Kewaspadaan Virus Nipah, Warga Diminta Perketat PHBS

Pemkot Surabaya Terbitkan SE Kewaspadaan Virus Nipah, Warga Diminta Perketat PHBS Ilustrasi Virus Nipah.

Dalam edaran tersebut, Pemkot juga memaparkan sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko penularan, antara lain mengonsumsi nira atau air aren mentah yang langsung diambil dari pohon, kontak dengan air liur atau urin hewan yang terkontaminasi, mengonsumsi buah yang telah tergigit kelelawar, melakukan aktivitas berburu kelelawar, hingga beraktivitas di sekitar pasar hewan liar atau perkebunan buah.

“Selain itu, risiko juga meningkat bagi masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara yang pernah melaporkan kasus , seperti India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina, serta bagi mereka yang melakukan kontak erat dengan orang yang diduga terinfeksi,” ujar dia.

Untuk mencegah penyebaran penyakit, Pemkot mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi nira atau air aren mentah dan memastikan nira dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi. Masyarakat juga diminta mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, membuang buah yang terdapat bekas gigitan hewan, serta hanya mengonsumsi daging ternak yang dimasak hingga matang dan tidak mengonsumsi hewan yang sakit.

“Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat () sangat penting, mulai dari mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, hingga menggunakan masker apabila sedang mengalami gejala sakit,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menghindari kontak langsung dengan hewan ternak seperti babi dan kuda yang sakit atau diduga terinfeksi. Apabila terpaksa melakukan kontak, masyarakat diwajibkan menggunakan alat pelindung diri sesuai protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah untuk menghindari hoaks.

“Kalau ada gejala yang mengarah ke , segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan lebih luas,” tegasnya.

Tidak hanya masyarakat, Pemkot juga meminta seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing. Langkah yang ditekankan antara lain melakukan pemantauan aktif terhadap potensi risiko kesehatan, mendukung penyebarluasan informasi yang benar kepada masyarakat, serta menggerakkan peran RT/RW, kader, dan tokoh masyarakat dalam upaya kewaspadaan dini.

Disamping itu, warga juga diimbau untuk meningkatkan kebersihan lingkungan melalui kerja bakti dan pengawasan terhadap area yang berpotensi menjadi habitat hewan penular, seperti pohon buah yang sering menjadi tempat tinggal kelelawar. Jika ditemukan informasi atau kejadian yang berpotensi mengarah pada Penyakit , diharapkan segera dilaporkan secara berjenjang melalui puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan.

“Seluruh jajaran di tingkat wilayah harus siap memfasilitasi tim kesehatan dari Dinas Kesehatan atau puskesmas dalam melakukan pelacakan dan penyelidikan epidemiologi apabila diperlukan tindakan intervensi kesehatan,” pungkasnya. (ari/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Angkot Terbakar di Jalan Panjang Jiwo, Sopir Luka Ringan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO