Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo beserta jajaran mengikuti pawai hari jadi didampingi istri
“Usia 340 tahun ini menjadi momentum refleksi. Banyak capaian yang sudah kita raih, tetapi juga masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Adi Wibowo.
Ia menegaskan peringatan hari jadi tahun ini mengusung semangat rukun dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan.
Pemerintah ingin memastikan perayaan tersebut menjadi milik seluruh masyarakat Kota Pasuruan.
“Ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat. Kita ingin membangun kota ini dengan semangat guyub rukun, semua terlibat dalam pembangunan,” tegasnya.
Dalam rangkaian peringatan hari jadi, sebelumnya juga digelar sarasehan terkait Peraturan Wali Kota tentang pakaian khas Kota Pasuruan yang digali dari sisi historis, terinspirasi dari sosok Untung Suropati.
Pakaian khas tersebut telah melalui proses kajian bersama tim formatur dan ditetapkan sebagai bagian dari identitas daerah.
“Ini bukan sekadar soal pakaian atau busana, tetapi menjadi jati diri Kota Pasuruan. Dari sejarah itulah kita membangun kebanggaan dan karakter kota,” jelasnya.
Adi Wibowo menambahkan, peringatan hari jadi tahun ini diisi sekitar 40 kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah tetap berkomitmen memaksimalkan pendapatan daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai visi pembangunan daerah.
“Pembangunan harus kita lakukan bersama. Tantangannya tidak ringan, tetapi dengan kebersamaan dan tanggung jawab, Kota Pasuruan akan terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Melalui kirab dan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-340 ini, Kota Pasuruan diharapkan semakin memperkuat identitas, kebersamaan, serta semangat gotong royong dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat. (afa/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




