KOTA PASURUAN,BANGSAONLINE.com -Pemerintah Kota Pasuruan menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 di halaman Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pasuruan, Jumat (19/12/2025). Peringatan tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.”
Wakil Wali Kota Pasuruan M. Nawawi bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, aparatur sipil negara (ASN), unsur TNI dan Polri, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
BACA JUGA:
- Kirab Pasoeroean Tempo Doeloe Meriahkan Kota Pasuruan, Walkot Adi Ajak Lestarikan Budaya
- Pelaku Pencurian Burung Perkutut di Kota Pasuruan, Ternyata ODGJ
- Wali Kota Pasuruan Tekankan Peningkatan Pelayanan Prima pada Apel ASN Perdana Pascalibur Lebaran
- Kirab Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan Meriah, Ribuan Warga Padati Taman Harmoni
Dalam amanatnya, M. Nawawi membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Presiden menegaskan bahwa peringatan Hari Bela Negara merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, dan ketahanan nasional.
“Peringatan Hari Bela Negara adalah pengingat bahwa cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, hingga berkontribusi sesuai peran masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa setiap 19 Desember, bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada 1948. Peristiwa tersebut menjadi bukti keteguhan bangsa dalam mempertahankan eksistensi negara di tengah agresi militer.
“Tanpa keberanian para pemimpin dan rakyat pada masa itu, perjalanan sejarah Indonesia akan sangat berbeda. Semangat bela negara inilah yang harus terus kita wariskan kepada generasi penerus,” lanjutnya.
Dalam amanat tersebut, disampaikan pula berbagai tantangan global yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi dan pangan, disrupsi teknologi, hingga ancaman bencana alam.






