Ilustrasi. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - BMKG menerbitkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatra Utara. Nelayan dan pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi laut yang berisiko bagi keselamatan pelayaran.
Potensi gelombang tinggi diprakirakan terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026.
“Waspadai potensi gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Ramadhan.
Gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di perairan timur dan barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, serta perairan barat Kepulauan Batu.
BMKG menegaskan kondisi ini berbahaya bagi perahu nelayan yang beroperasi di perairan terbuka. Risiko meningkat saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan gelombang 1,25 meter.
Kapal tongkang juga diimbau waspada karena ancaman keselamatan muncul saat angin mencapai 16 knot dengan gelombang setinggi 1,5 meter.
Rizky menjelaskan, peningkatan gelombang dipicu oleh bibit Siklon Tropis 985 yang terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, tepatnya pada 12,5 derajat Lintang Selatan dan 106,7 derajat Bujur Timur.
Sistem ini memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia. Pola angin di wilayah utara Indonesia bergerak dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 6-20 knot.
Sementara di wilayah selatan, angin bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan 8-30 knot. BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, yang turut berkontribusi terhadap peningkatan gelombang di berbagai perairan. (rom)






