Kementerian juga memberikan perhatian serius pada kualitas SDM petugas haji. Training of Trainer (ToT) bagi fasilitator petugas haji telah dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede untuk memperkuat kompetensi pelayanan dan kolaborasi dengan TNI/Polri.
"Kami menyadari bahwa penyelenggaraan haji merupakan amanah besar yang tidak hanya menuntut ketepatan regulasi dan kesiapan teknis, tapi juga menuntut integritas, ketulusan, kesungguhan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah," lanjutnya.
Sementara untuk membekali jemaah, pembinaan manasik dijadwalkan sebanyak lima kali (empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di kabupaten/kota) dengan dukungan penuh dari Kantor Kemenhaj daerah.

Layanan Penerbangan dan Akomodasi di Arab Saudi
Terkait transportasi udara, kontrak dengan maskapai telah tuntas ditandatangani pada akhir Desember 2025, yakni dengan Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
Sementara itu, untuk layanan di Arab Saudi yang meliputi akomodasi, konsumsi, dan transportasi darat, proses penyediaannya sudah berjalan sejak 27 November 2025 guna memastikan jemaah mendapatkan fasilitas terbaik sesuai standar keamanan dan kenyamanan.
Gus Irfan menutup paparannya dengan menegaskan kembali visi kementeriannya untuk menjadikan musim haji 2026 sebagai tonggak peningkatan kualitas layanan yang nyata bagi seluruh jemaah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




