Sejumlah kiai muda dari Jawa Barat dan DKI Jakarta yang tergabung dalam Forum Bahtsul Masail di Pesantren Kempek, Cirebon, menyampaikan sikap keagamaan terkait dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). foto: istimewa.
Kesimpulan tersebut didasarkan pada rujukan Al-Qur’an, kitab-kitab fikih klasik, serta pendapat ulama yang dinilai otoritatif.
Forum juga menyoroti sejumlah data dan fakta yang disebut berkaitan dengan relasi PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya dengan tokoh maupun lembaga yang dinilai memiliki keterkaitan dengan zionisme internasional.
Atas dasar itu, forum menilai keputusan Syuriyah PBNU untuk memberhentikan Gus Yahya sah secara hukum organisasi.
“Forum menilai bahwa keputusan Syuriyah PBNU untuk memberhentikan Gus Yahya merupakan langkah yang sah secara hukum organisasi NU, dan Gus Yahya harus menerima itu dengan legowo serta meminta maaf kepada seluruh warga NU dan rakyat Indonesia,” ujar Gus Shofy.
Selain itu, forum menekankan pentingnya konsistensi dalam penegakan aturan organisasi dengan merujuk pada kasus pemberhentian sejumlah kader NU yang sebelumnya berkunjung ke Israel. Menurut forum, prinsip dan sanksi organisasi harus berlaku setara, termasuk bagi pimpinan tertinggi.
“Forum bahtsul masail Pesantren Kempek Cirebon mengimbau agar seluruh pihak mengedepankan kemaslahatan jam’iyyah, menjaga marwah ulama, serta menghindari langkah-langkah yang berpotensi menimbulkan fitnah dan kegaduhan di tengah umat, terutama di saat tragedi kemanusiaan di Gaza masih berlangsung,” pungkasnya. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




