Khalilur R. Abdullah Sahlawiy
Ia bahkan menyebut Indonesia berpeluang menjadi pengekspor lobster konsumsi langsung ke China.
Gus Lilur mengungkapkan bahwa selama ini Indonesia mengekspor BBL ke Vietnam. Selanjutnya, BBL tersebut dibudidayakan di Vietnam hingga menjadi lobster konsumsi dan dijual ke China.
"Dengan dihentikannya ekspor BBL dan dibukanya ekspor lobster ukuran 50 gram, maka secara bertahap RI akan menjadi pengekspor lobster terbesar di dunia," terang pengusaha berlatar belakang santri tersebut.
Gus Lilur juga menyampaikan bahwa Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Tb. Heru Rahayu, telah menginformasikan regulasi terbaru terkait ekspor lobster ukuran 50 gram akan diundangkan paling lambat akhir Februari 2026.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang disebut telah menyetujui usulan tersebut.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP yang dinilainya akomodatif dalam menampung aspirasi pelaku usaha perikanan budi daya.
"Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Menteri KKP yang sudah insyaf dan mulai terlihat berbakti pada NKRI. Saya mengajak, mari berbakti pada NKRI, mari berbudi daya," pungkasnya. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




