Gubernur Khofifah Pimpin Apel Bulan K3 Nasional, Dorong Terapkan Profesional, Andal dan Kolaboratif

Gubernur Khofifah Pimpin Apel Bulan K3 Nasional, Dorong Terapkan Profesional, Andal dan Kolaboratif

"Setiap kebijakan harus berbasis data, berani menolak praktik kerja yang berisiko, serta konsisten menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,” tegasnya.

Tak hanya itu, menurutnya sistem yang dibangun juga harus andal dan mampu menghadapi berbagai krisis maupun situasi darurat.

"Keandalan sistem hanya dapat dicapai melalui perencanaan yang matang, pelatihan yang berkelanjutan, serta evaluasi yang dilakukan secara jujur dan terbuka," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mengakselerasi implementasi kebijakan Pemerintah Pusat khususnya di bidang . Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan pembinaan, pengawasan, serta sinergi lintas sektor.

Tak hanya itu, juga secara konsisten menyesuaikan kebijakan daerah dengan arah kebijakan nasional, sekaligus mendorong inovasi agar implementasi program mampu menjawab karakteristik dan tantangan di daerah.

"Kami memastikan bahwa setiap program nasional dapat diimplementasikan secara adaptif di daerah, tanpa mengurangi standar keselamatan, sehingga perlindungan pekerja dapat dirasakan secara merata," tegasnya.

Tak lupa ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya yang berkelanjutan. Menuritnya koordinasi yang erat antara pelaku usaha, asosiasi, dan serikat pekerja harus terus diperkuat dan disertai inovasi yang adaptif.

"Melalui momentum Bulan Nasional ini, saya mengajak seluruh pelaku usaha, asosiasi, hingga serikat pekerja untuk mempererat koordinasi dan menciptakan inovasi yang responsif dalam memitigasi risiko kerja. Mari kita bangun budaya keselamatan yang mandiri dan berkelanjutan demi menciptakan industri modern yang manusiawi serta ramah lingkungan,” pungkasnya.

Di akhir upacara tersebut, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis 30 piagam penghargaan dari total 717 penghargaan yang ada, yang di berikan kepada bupati/wali kota serta perusahaan yang dinilai berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Pada Kategori Bupati/Wali Kota selaku Pembina Terbaik, penghargaan Platinum terbaik I diberikan ke Wali Kota Surabaya, disusul Bupati Gresik dan Bupati Pasuruan. Kategori Gold diberikan kepada Bupati Lamongan, Tuban, dan Sidoarjo, sementara Kategori Silver diraih oleh Bupati Mojokerto, Malang, dan Banyuwangi.

Selain itu, Penghargaan Zero Accident secara simbolis diberikan kepada 13 perusahaan dari berbagai daerah di Jawa Timur, diantaranya PT Petrokimia Kayaku, Kantor PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, dan Kangean Energy Indonesia Ltd. Penghargaan SM diserahkan kepada PT Petrokimia Gresik, PT PLN UID Jawa Timur, dan PT Putra Restu Ibu Abadi.

Berikutnya penghargaan P2 HIV/AIDS secara simbolis diberikan kepada PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dan PT Gudang Baru Berkah, serta Penghargaan P2 Tuberkulosis (TB) secara simbolis diberikan kepada PR Jaya Makmur Abadi, PT Petrosida Gresik, dan PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar.

Ia juga menyerahkan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada 3 ahli waris pekerja. Diantaranya adalah Ahli waris Ach Asykin Supratikno sebesar Rp400.703.840, Sujianto sebesar Rp380.184.530, dan Ahmad Taufiq menerima Rp290.717.750. (dev/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warga Kota Pasuruan Berebut Minyak Goreng Curah Saat Gubernur Jatim Pantau Operasi Pasar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO