Penyambutan AKBP Ramadhan Nasution di Mapolres Gresik. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pisah sambut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada pimpinan lama sekaligus penyambutan yang baru di Mapolres Gresik, Selasa (13/1/2026). Agenda tersebut menjadi simbol berjalannya estafet kepemimpinan di lingkungan Polri secara berkesinambungan.
Rangkaian acara diawali dengan welcome parade saat Kapolres Gresik yang baru, AKBP Ramadhan Nasution, tiba di lokasi. Kedatangannya disambut pengalungan bunga oleh pimpinan yang lama, AKBP Rovan Richard Mahenu, sebagai tanda penyerahan amanah kepemimpinan.
Barisan personel memberikan penghormatan saat AKBP Ramadhan memasuki gerbang Mapolres Gresuj. Prosesi dilanjutkan dengan parade pedang pora, di mana perwira pertama membentuk barisan pedang sebagai jalan kehormatan.
Didampingi istri, ia melangkah di bawah naungan pedang pora yang melambangkan doa agar diberi perlindungan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam tugasnya.
Nuansa kearifan lokal turut hadir melalui alunan angklung dari siswa SLB Kemala Bhayangkara 2 Gresik, serta persembahan hadrah sebagai bentuk penghormatan budaya daerah.
Kapolres lama, AKBP Rovan, kemudian menyampaikan laporan kesatuan mengenai kondisi wilayah hukum, program yang telah berjalan, serta tantangan ke depan.
Prosesi berlanjut dengan Apel Farewell Parade, di mana Kapolres lama dan baru berdiri berdampingan memberikan arahan kepada seluruh personel.
“Saya mohon maaf apabila selama memimpin terdapat kekhilafan. Jagalah kesehatan dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” kata AKBP Rovan.
Sementara itu, AKBP Ramadhan menyampaikan apresiasi atas dedikasi pendahulunya.
“Terima kasih atas pengabdian AKBP Rovan selama memimpin Polres Gresik sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Sebagai penutup, AKBP Rovan bersama istri melewati barisan pedang pora untuk terakhir kalinya, berpamitan dengan menyalami seluruh personel sebagai wujud penghormatan dan rasa terima kasih.
Tradisi pisah sambut ini dikenal dengan filosofi 'Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung', yang menjunjung tinggi etika, loyalitas, dan kehormatan dalam tubuh Polri.
Melalui tradisi tersebut, soliditas kesatuan tetap terjaga dan transisi kepemimpinan berjalan lancar tanpa mengganggu tugas pelayanan masyarakat. (hud/mar)






